Piala Menpora Selesai, Gairah Sepak Bola Indonesia Kembali

Perjalanan panjang untuk menggulirkan kembali sepak bola di tengah pandemi Covid-19 akhirnya bisa terlaksana. Lewat bertajuk , sepak bola bisa bergulir dan berjalan sukses hingga pertandingan terakhir. Rasa khawatir yang dirasakan semua orang terpatahkan dan mulai berpikir bahwa sepak bola Indonesia itu bisa tetap berjalan meski pandemi Covid-19 masih menyerang.

Sepak bola Indonesia sempat tertinggal dari negara-negara tetangga yang dimana mereka sudah menggulirkan kembali kompetisi di tengah pandemi Covid-19. Tidak mau tertinggal, dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mulai menyakinkan pemerintah dan bahwa sepak bola bisa bergulir lagi di Tanah Air. Maklum, sebelumnya Polri tidak memberikan izin keramaian karena angka positif Covid-19 di Indonesia masih tinggi.

PSSI dan PT LIB tidak bisa hanya berdiam diri saja walaupun sudah bersabar selama satu tahun lantaran tidak ada sepak bola di Indonesia. Mereka juga melihat situasi ini dengan prestasi sepak bola Indonesia, terutama Tim Nasional. Tanpa kompetisi, banyak pemain dan pelatih banting setir mulai berdagang, ojek online, ataupun hanya menganggur.

PSSI dan PT LIB mulai bergerak pada awal Januari 2021 untuk bertemu Polri demi menyakinkan mereka supaya memberikan izin keramaian. Secercah harapan lewat presentasi protokol kesehatan yang disampaikan PSSI serta PT LIB dan akan diterapkan nanti membuat Polri mulai terbuka. Demi lebih menyakinkan Polri, PSSI dan PT LIB menggandeng Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali.

Komunikasi intens Zainudin Amali ke Polri agar sepak bola di Indonesia bisa kembali bergulir akhirnya mengarah ke positif. Pada pertengahan Februari 2021, Polri akhirnya mengeluarkan izin keramaian. Tetapi izin ini bukan untuk kompetisi dan Liga 2. Hanya sebatas turnamen pramusim yang akhirnya bernama Piala Menpora 2021. Dalam hal ini, Polri tetap menegaskan protokol kesehatan harus diterapkan selama Piala Menpora 2021 berlangsung.

Kabar gembira itu pun langsung dirasakan oleh semua klub, pemain, pelatih, dan juga suporter yang sudah rindu menyaksikan pertandingan sepak bola di Indonesia. Mereka tidak masalah walaupun izin yang keluar ini adalah turnamen pramusim, bukan kompetisi. Mereka percaya apabila Piala Menpora 2021 berjalan lancar, tentu pihak Polri akan mengevaluasi untuk memberikan izin keramaian kompetisi Liga 1 dan Liga 2.

“Saya akan serahkan surat izin keramaian untuk kegiatan pra kompetisi (Piala Menpora). Kami mau memberikan kesempatan tentunya dengan catatan bahwa penegakan aturan terkait dengan masalah protokol kesehatan itu menjadi syarat utama.”

“Dengan adanya kesepakatan tersebut, kita semua harus sama-sama menjaga. Baik sepak bola, baik pemainnya, demikian juga suporter dimanapun nantinya apabila ini diselenggarakan penegakan aturan terkait masalah prokes itu menjadi prioritas,” kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Sepak Bola dan Protokol Kesehatan di Tengah Pandemi Covid-19

Tidak mudah bagi PSSI dan PT LIB untuk menggulirkan Piala Menpora 2021 di tengah pandemi Covid-19. Tentu saja PSSI dan PT LIB mencoba mempelajari bagaimana cara yang tepat agar tidak terjadi cluster Covid-19 di Piala Menpora 2021. Mereka mencoba menyusun buku panduan protokol kesehatan agar seluruh pertandingan berjalan lancar.

PSSI mengadopsi panduan buku dari WHO, FIFA, dan Bundesliga untuk mengaplikasikan di Piala Menpora 2021. Persiapan pun dilakukan oleh PSSI dan PT LIB untuk membentuk tim Satgas Covid-19 di turnamen pramusim tersebut. Dengan cara yang sudah disusun, akhirnya Piala Menpora 2021 bisa bergulir pada 21 Maret 2021.

Protokol kesehatan menjadi wajib digelar sebelum hingga pertandingan selesai. Sebanyak 299 orang termasuk pemain dan offisial kedua klub wajib melakukan swab test antigen dengan hasil negatif. Suporter juga dilarang untuk masuk ke dalam stadion dan hanya menyaksikan pertandingan di rumah saja.

Kesuksesan Piala Menpora 2021 ini juga sekaligus mematahkan ucapan dari (IPW). Lewat ketua umumnya menyebutkan bahwa Piala Menpora 2021 bisa menjadi cluster baru Covid-19. Ucapan itu pun meramaikan media sosial yang berpikir bahwa Piala Menpora 2021 bisa tidak berjalan.

Namun ternyata dengan kedisplinan tinggi dan daya juang untuk membuat sepak bola Indonesia kembali hidup, Piala Menpora 2021 rupanya tidak ada cluster baru. Semua pemain dan ofisial negatif Covid-19.

“Alhamdulillah ketakutan sepak bola jadi cluster Covid-19 tidak terjadi. Alhamdulillah kerja keras OC dibantu LOC, kerjasama seluruh tim peserta dan perangkat pertandingan serta dukungan positif komitmen para suporter yang mau bersabar tidak ke stadion setidaknya memberikan harapan bahwa kita bisa membuktikan dan ada modal menuju kompetisi nanti,” ucap Ketua OC, Akhmad Hadian Lukita.

Terima Kasih Suporter dan Tim Medis

Kesuksesan Piala Menpora 2021 ini juga adanya peran besar dari suporter dan tim medis. Para suporter rela meredam hatinya untuk tidak nekat datang ke stadion. Mereka mengerti dengan kondisi pandemi Covid-19 ini.

Jiwa besar para suporter yang sudah tidak datang ke stadion selama satu tahun terakhir juga pasti membesar. Namun mereka juga berpikir ada sebab dan akibat apabila benar-benar nekat datang. Sikap terpuji itu juga menjadi sebuah prestasi bahwa suporter di Indonesia sudah mulai tertib.

Suporter di Indonesia juga sudah sadar bahwa klubnya ada kebanggaan yang harus dijaga kemarwahannya. Mereka juga takut untuk mencoreng nama besar tim yang dicintainya itu. Pujian pun datang karena dinilai suporter di Indonesia sudah dewasa dan tertib.

“Saya mengucapkan rasa terima kasih dari pemerintah untuk suporter kita, kepada para pendukung, pecinta sepak bola yang sudah mematuhi semua anjuran yang dbuat oleh panitia,” kata Menpora, Zainudin Amali.

Tak hanya suporter, tim medis juga punya andil di balik suksesnnya Piala Menpora 2021. Mereka tak kenal lelah untuk tetap setia melakukan pemeriksaan kepada semua orang yang masuk ke dalam stadion.

Mereka juga tidak takut apabila andai saja ada pemain atau ofisial yang positif Covid-19. Tim medis menjadi wajah baru di persepakbolaan dunia di tengah pandemi Covid-19. Meskipun sebenarnya sudah ada tim medis yang standby di lapangan walaupun jumlahnya tidak banyak seperti sekarang ini.

“Kami sangat senang dengan bergulirnya kembali Piala Menpora 2021,” kata salah satu tim medis, Agus.

Gairah Sepak Bola Indonesia Hidup Kembali

Piala Menpora 2021 menjadi sebuah ajang yang benar-benar ditunggu-tunggu. Maklum, sepak bola di Indonesia sudah vakum sejak 16 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Sudah satu tahun lamanya tidak ada sepak bola membuat penikmat resah.

Piala Menpora 2021 pun menjadi pelampiasan dahaga untuk semua elemen masyarakat Indonesia. Meski hanya menyaksikan di rumah saja, pertandingan dari babak penyisihan grup hingga final berjalan lancar. Berbagai macam cara dilakukan suporter agar tetap nyaman berada di rumah.

Salah satu yang dilakukan suporter berasal dari The Jakmania. Fans Persija Jakarta itu memberikan dukungan dengan cara yang unik ketika tim kebanggaannya mencapai final Piala Menpora 2021. Lewat arahan Dicky Soemarno selaku ketua umum, ia memerintahkan anggotanya untuk memasang bendera Persija Jakarta di depan rumah.

Cara itu dilakukan agar The Jakmania tidak nekat melakukan nonton bersama ataupun melakukan pelanggaran di tengah Covid-19. Apa yang diinginkan Dicky Soemarno terbukti ampuh. Mayoritas titik di sekitaran Jakarta terpampang bendera Persija Jakarta, baik di depan rumah, halte bus, hingga kantor-kantor kelurahan dan kecamatan.

“Ini kami lakukan agar teman-teman The Jakmania bisa tetap di rumah saja. Ini juga sebagai bentuk mengembalikan gairah sepak bola Indonesia yang sempat hilang,” kata Dicky Soemarno.

Sambut Liga 1 dan Liga 2 dengan Penuh Semangat

Kesuksesan penyelenggaraan Piala Menpora 2021 ini juga membuat izin keramaian Liga 1 dan Liga 2 kemungkinan besar bisa didapatkan. Pasalnya, protokol kesehatan yang dilakukan oleh panpel pertandingan sudah dilihat oleh beberapa perwakilan pemerintah di stadion. Pujian pun datang salah satunya dari Presiden Indonesia, Joko Widodo.

Joko Widodo dinilai selalu memperhatikan perjalanan Piala Menpora 2021. Ia bangga dengan protokol kesehatan yang diterapkan selama pertandingan. Dengan kesuksesan itu, tentu saja ini menjadi semangat baru bagi pecinta sepak bola Indonesia untuk bisa melihat kembali timnya bertanding di kompetisi resmi.

“Kami memang menginginkan ini terjadi (penerapan protokol kesehatan yang ketat), sehingga apa yang dilakukan oleh kita selaku panitia pelaksana membuahkan hasil dan alhamdulillah tidak ada satupun permasalahan yang menjurus kepada penyebaran Covid-19, namun ini tidak terlepas dari peran serta dukungan pemerintah terutama pak Presiden Jokowi, Kemenpora, Polri, Satgas Covid serta Kemenkes dan pemerintah daerah yang secara terus menerus memberikan bantuan kepada federasi sehingga ajang ini dapat terlaksana dengan baik, lancar dan aman,” kata Iriawan.

“Ini menjadi awal yang baik bagi federasi jelang digelarnya Liga 1 dan 2, sehingga kedepannya pemerintah memberikan izin untuk menggelar kompetisi tersebut,” tutupnya.

Liga 1 rencananya akan digelar pada 3 Juli mendatang. PSSI akan berusaha semaksimal mungkin supaya kompetisi sepak bola di Tanah Air bisa digelar kembali. Dalam Piala Menpora 2021 ini, Persija Jakarta keluar sebagai juara setelah mengalahkan Persib Bandung dengan skor agregat 4-1 dalam laga yang digelar dua leg.

Berita Terkait