Garuda Select Libas Tim Yang Dilatih Pelatih Usia 20 Tahun

Manajemen akademi Huddersfield Town U-17 tidak terlalu kecewa dengan kekalahan 5-3 dari Garuda Select dalam pertandingan uji coba di Stadion Loughborough University kemarin sore.

Pada pertandingan itu, Huddersfield U-17 sempat unggul ketika laga baru berjalan empat menit sebelum akhirnya bertekuk lutut. Faiz Maulana mencetak quat-trick pada menit keenam, delapan, 59 dan 90. Satu gol lainnya dilesakkan Muhammad Rafli di menit ke-65.

Sedangkan gol Huddersfield U-17 dihasilkan melalui penalti Michael Stone di menit keempat, Evander Grubb (16), dan Conor Falls (45+2). Meski sudah tiga kali berjumpa dengan Garuda Select, bermain di hadapan kamera menjadi pengalaman baru bagi Huddersfield U-17.

Apalagi mereka telah melakukan pergantian pelatih pada awal tahun ini. Jon Worthington dipromosikan menjadi pelatih tim B dan Huddersfield U-19. Manajemen akademi lalu menunjuk remaja berusia 20 tahun, George Danaher, sebagai penggantinya, dan didampingi pelatih magang yang juga berusia sama, Oran Thompson.

Manajer akademi, Emyr Humphreys, mengutarakan, laga ini menjadi ujian tersendiri bagi Young Terriers. Sebab, pertandingan melawan Garuda Select menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan dari kompetisi EFL Youth Alliance.

Kendati demikian, manajemen akademi tidak terlalu kecewa. Menurut Humphreys, pertandingan uji coba itu sesuai dengan strategi akademi, dan berkaitan dengan membangun hubungan dengan tim asal Indonesia.

“Saya kira kami sudah tiga kali bertemu dengan Garuda, dan kami mempunyai hubungan yang sangat baik. Kami pernah menghadapi mereka dua tahun lalu, dan menyukai tim ini,” ucap Humphreys dikutip laman resmi klub.

“Ini menjadi tantangan yang berbeda buat kami, karena pemain mendapatkan pengalaman bermain di stadion, bermain di hadapan kamera, pertandingan disiarkan langsung secara daring ke beberapa negara.”

“Begitu juga dengan gaya permainan berbeda yang tidak pernah kami hadapi secara normal, beberapa pemain dengan teknik cukup bagus, tapi juga energik, serta tekanan tinggi untuk pemain. Semua itu berbeda dibandingkan yang kami peroleh di program liga U-17.”

Humphreys menambahkan, pertandingan seperti ini bisa memberikan keuntungan bagi pemain akademi di masa mendatang. Pasalnya, pemain mendapatkan cara untuk mengatasi situasi yang mereka hadapi.

“Sangat bagus buat kami menghadapi berbagai variasi pertandingan, bagi dari segi tim maupun pemain yang kami lawan. Pemain kami tentunya harus mengembangkan kemampuan mereka untuk mengayasi berbagai macam situasi,” ucap Humphreys.

“Jika mereka ingin menembus ke tim utama (senior) di masa mendatang, mereka harus bisa memecahkan masalah di atas lapangan, dan mengatasinya dengan hal-hal seperti ini. Itu yang membuat laga seperti ini sangat penting.”