Suporter Berulah, Menpora Masih Yakin Liga 1 Bakal Diizinkan

sebagai dan ajang uji coba dalam menerapkan protokol kesehatan sebelum kompetisi dimulai berjalan dengan sukses. Sayangnya, hal ini tetap tercoreng oleh perilaku suporter.

Terdapat perayaan setelah final antara Persija Jakarta dan , sekelompok suporter Persija tersebar di media sosial merayakan selebrasi juaranya tim ibu kota. Hal itu tentu tidak sejalan dengan protokol kesehatan di masa pandemi virus corona.

Belum lagi, ada sekelompok oknum suporter dari Persib yang melakukan penyerangan ke kantor dan kafe milik Maung Bandung. Videonya tersebar bahwa fasilitas usaha milik Persib membara karena cerawat yang dilemparkan ke sana.

kecewa dengan perilaku suporter di atas, dan menyayangkan kejadian ini membuat kelancaran Piala Menpora yang sudah baik malah tercoreng. Kendati begitu, Amali menyebut bahwa dua pelaksanaan dan setelah turnamen ada hal yang berbeda.

“Seperti yang saya sampaikan, kita harus lihat ini satu hal yang terpisah ya. Pelaksanaan turnamen pramusim yang sudah saya sampaikan jadi ujian apakah kita bisa laksanakan kompetisi 2021/22, ternyata kita lancar dan disiplin menjalani prokesnya,” beber Amali, kepada media.

“Jadi kalau diibaratkan ujian, maka untuk pelaksanaan pramusim Piala Menpora ini kita lulus, tapi ada hal yang muncul dari euforia suporter sebagai rasa senang yang berlebihan. Jadi saya optimistis kompetisi tetap berjalan,” sambungnya.

Buntut dari kejadian ini, izin untuk kompetisi kembali menjadi sorotan. Amali menegaskan, bahwa segala tindakan yang melanggar protokol kesehatan atau berbentuk vandalisme akan diproses oleh kepolisian.

Terkait bagaimana dan Liga 2 nanti, Amali masih punya keyakinan. “Saya tetap optimistis, bahwa pelaksanaan kompetisi musim 2021 masih bisa kita laksanakan tapi tentu dengan lebih ketat khususnya untuk para suporter. Saya kini menunggu kajian dari PT [Liga Baru], dan terkait hal itu,” tandas dia.

Selain klub merugi karena pengrusakan fasilitas kantor dan kafe, keluarga dari pemain Persib juga menjadi korban. Kakak perempuan dari penjaga gawang muda menerima perlakuan tidak enak, lantaran plat nomornya B, atau plat nomor daerah Jabodetabek.

Berita Terkait