3 Faktor Kunci Kesuksesan Persija Jadi Juara Piala Menpora 2021

Keok 0-2 dalam laga perdana Piala Menpora 2021 menjadi momen penting bagi Persija hingga akhirnya jadi juara.

Pasalnya usai kekalahan dari PSM itu, Persija mendapatkan kritikan pedas oleh para pendukungnya. Tapi, hebatnya kritikan tersebut justru membuat motivasi mereka untuk terus meraih hasil positif di laga selanjutnya makin kuat.

Pelatih Sudirman mengatakan ia dan anak didiknya selalu berambisi meraih kemenangan di setiap partai. Ia tak peduli meski permainan timnya tak enak ditonton atau pun awalnya pemain muda sulit mendapatkan tempat, yang terpenting mereka bisa menang.

Bolalob coba menyusun tiga faktor kunci yang membuat Persija mampu juara Piala Menpora 2021. Berikut ulasannya:

Skuad Mewah

Sebagian tim turun di Piala Menpora dengan skuat minimalis alias tak memanfaatkan jatah pemain asing. Andaikan tetap memakai jasa pilar impor, ada pula yang hanya berlabel seleksi dan tidak lengkap.

Tapi, hal itu tak terjadi bagi Persija. Komposisi asing mereka lengkap meski Rohit Chand (Nepal) datang menyusul. Tiga nama lainnya sudah ambil bagian sejak awal turnamen, yaitu Yann Motta (Brasil), Marco Motta (Italia), dan Marko Simic (Kroasia).

Belum lagi Persija memiliki dua pemain naturalisasi, Otavio Dutra (Brasil-Indonesia) dan Marc Klok (Belanda-Indonesia). Deretan nama-nama impor itu ditunjang oleh pemain-pemain lokal yang masuk kategori elite, sebut saja ada Andritany Ardhiyasa, Riko Simanjuntak, dan Osvaldo Haay.

Siapa pun lawannya, Persija nyaris selalu diunggulkan di atas kertas. Hal itu bisa dimaklumi dengan skuat mewah seperti itu.

Efektif Turunkan Pemain Muda

Persija sempat disorot karena pelit menurunkan pemain mudanya. Padahal, sebagian besar tim lain memanfaatkan Piala Menpora yang hanya berlabel turnamen pramusim untuk mencoba pemain-pemain belia.

Hal itu dimaksudkan untuk mematangkan stok pemain yang mereka punya untuk Liga 1 2021.

Tapi, pada akhirnya pemain muda Persija lah yang mengambil peranan penting di final Piala Menpora. Pelatih Persija, Sudirman, sangat efektif dalam mempercayai nama-nama mudanya.

Momen itu terjadi di final leg 1. Braif Fatari yang berusia 19 tahun dan Taufik Hidayat (21) diplot sebagai starter hingga akhirnya keduanya mampu mencetak gol dan membawa Persija menang 2-0.

Miliki 3 Bek Impor

Persija menjadi tim yang paling kukuh dalam menggalang pertahanan. Mereka hanya kemasukan empat gol dari delapan laga yang mereka lakoni.

Dua kebobolan hadir saat bersua Borneo FC, satu gol ketika bertemu Bhayangkara Solo FC, dan satu lagi kala menjalang leg 2 final kontra Persib.

Kekukuhan lini pertahanan itu menjadi faktor penting dalam perjalanan mereka hingga akhirnya meraih juara Piala Menpora.

Kuatnya lini pertahanan Persija tak lepas dari keberadaan tiga pemain impor di posisi bek. Mereka adalah Marco Motta, Yann Motta, dan Otavio Dutra yang sejatinya berlabel pemain naturalisasi. Ketiganya tak hanya memiliki kemampuan teknis istimewa bagi seorang bek, tapi ketenangan mereka sebagai pemain berpengalaman sangat membantu menjaga gawang Andritany Ardhiyasa. (bolalob.com)