Berselisih Dengan Nabil Husein Jadi Alasan Diego Michiels Tinggalkan Borneo FC

Mantan kapten Borneo FC mengungkapkan latar belakang keputusannya meninggalkan Pesut Etam menjelang digulirkannya 2021 pada awal Juli. Diego menyebutkan, salah satu penyebabnya adalah berselisih paham dengan presiden klub, .

Diego memutuskan berpisah dengan Borneo FC, klub yang sudah dibelanya selama lima tahun. Nabil saat itu mengatakan Diego mundur karena tidak mau mengikuti program pelatihan mental bersama tim.

Dalam wawancaranya dengan media Belanda, de Stentor, Diego mengungkapkan, ia tidak sependapat terhadap kebijakan Nabil setelah Borneo FC menjalani laga perdana Grup B Piala 2021.

Pada laga perdana ini, Borneo FC menelan kekalahan 1-0 dari Bhayangkara FC. Hasil tersebut membuat Nabil berang, dan mengancam pemain muda ini untuk menjalani kegiatan seperti wajib militer.

“Musim baru mau dimulai dan klub ingin meremajakan tim. Kami menelan kekalahan di pertandingan pertama di masa persiapan. [Buat saya] Itu sangat logis. Tapi klub tiba-tiba mengancam pemain muda dengan ancaman melakukan kegiatan [seperti] wajib militer jika tidak ada perkembangan,” ungkap Diego.

“Ini hanya pertandingan uji coba (pramusim)! Saya lalu menemui pemilik klub, seorang pria berusia 26 tahun dengan orrang tua kaya raya. Dia sangat marah karena saya berani menentang dia.”

“Tapi saya juga kapten di tim. Kami saling berhadapan dengan kepala panas, dan tidak berakhir dengan baik. Kami tidak menemukan pemecahan [masalah], dan selanjutnya saya mengatakan: ‘Saya akan berhenti’ (keluar).”

Hingga sekarang belum diketahui tujuan Diego selanjutnya, meski pemain berusia 30 tahun ini disebut-sebut bakal bergabung dengan . Di lain sisi, Diego mengaku sudah mempunyai antisipasi jika tak ada klub yang meminangnya di musim ini.

Sejak tahun lalu, Diego sudah merintis dunia fesyen dengan menjual parfum dan t-shirt bermerek 0570. Angka ini merupakan kode pos Deventer, kota kelahiran Diego.

“Itu akan selalu menjadi kota saya. Saya juga punya tato bertuliskan 0570 di bagian belakang kepala, dan sekarang diluncurkan sebagai merek. Itu sangat populer,” ujar ayah dua anak ini.

“Saya mendapatkan kontrak bagus [selama bermain di ], tapi belum memikirkan pensiun. Saya masih ingin bermain sepakbola hingga beberapa tahun ke depan, dan selanjutnya ingin memulai bisnis cafe di pantai di Bali, dan membangun apartemen.”

“Saya sangat cocok dengan kehidupan di Indonesia, dan saya sadar itu menjadi masa depan buat saya dan istri, Dhea, di sini.”

Diego menambahkan, kehadiran dua buah hati Anceyla dan Louisa telah membuat dirinya menjadi lebih matang dan bertanggung jawab. Ia juga sudah meninggalkan kehidupan kelam ketika terlibat minuman keras dan obat terlarang yang membuatnya sempat mendekam di penjara.

“Dia (Anceyla) berusia 1,5 tahun sekarang, dia memakai nama ibu dan dua kakak saya. Anak kedua kami, Louisa, lahir Februari. Saya sangat bangga. Saya pernah mengalami masa ketika minuman keras dan obat terlarang menguasai kehidupan saya. Saya menjadi sosok bad boy,” tutur Diego.

“Tapi setelah menjadi ayah, saya kini punya tanggung jawab. Islam dan keluarga yang menjadi bagian penting buat saya dalam beberapa tahun terakhir, itu memberikan kedamaian buat saya.”

Berita Terkait