Duel Pelatih Persija vs Persib: Juru Taktik Lokal dan Asing Bertaruh Gengsi di Final Piala Menpora

Final ideal mempertemukan dua tim besar kontra Bandung akan menjadi penutup gelaran Piala 2021. Duel yang sarat dengan rivalitas dan sering tersaji panas di lapangan.

Partai final leg pertama akan dihelat di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis (22/4/2021) dan leg kedua di Stadion Manahan, Solo, Minggu (25/4/2021). Kedua tim merupakan musuh bebuyutan sejak bertahun-tahun lamanya yang dibalut dalam El Clasico, meski bakal muncul perdebatan mengenai label ini.

Pertandingan ini diprediksi bakal berlangsung dengan tensi tinggi dalam duel antar kedua tim di atas lapangan. Baik Macan Kemayoran (julukan ) dan Maung Bandung (julukan Persib) sama-sama berstatus tim besar dengan memiliki skuad mewah.

Persija mengandalkan nyaris 90 persen kekuatan lama. Praktis cuma Evan Dimas dan Ryuji Utomo saja yang sudah tidak menjadi bagian tim pada Piala Menpora ini.

Sementara Persib Bandung, meski persiapan dirasa kurang ideal, mampu menembus 2021 dengan status unbeaten alias tak terkalahkan sejak fase grup.

Tentu yang menarik adalah ulasan duel pelatih yang ikut menjadi penentu dalam pertarungan nanti. Persija punya seorang Sudirman sebagai nahkoda tim, sementara Robert Alberts di kubu Persib. Keduanya saling menorehkan catatan impresif dalam perjalanan tim menuju tangga juara .

Sudirman mengemban tugas membawa Persija menorehkan prestasi di pramusim ini. Ia ditunjuk sebagai suksesor Sergio Farias sejak medio akhir tahun 2020 kemarin.

Bagi publik Persija, namanya memang begitu familiar meski belum pernah memperkuat tim Macan Kemayoran saat masih aktif sebagai pemain. Namun Sudirman sudah lama bekerja di lingkungan kepelatihan Persija.

Ia pernah menduduki posisi asisten sejak era , Iwan Setiawan, hingga Edson Tavares. Sudirman juga pernah aktif sebagai pelatih di tim muda Persija.

Dengan demikian, ia tentu sudah begitu hafal dengan atmosfer dan segala potensi yang ada di timnya. Di turnamen Piala Menpora ini, Sudirman memiliki kesempatan emas untuk melengkapi ke sukes dengan gelar juara.

Trofi juara yang sudah ada di depan mata tentu tak ingin ia lewatkan, meski harus menjalani laga yang tidak mudah. Persib yang merupakan rival abadi Persija, akan menjadi ujian istimewa baginya tahun ini.

Secara umum Persija di bawah naungan Sudirman tampil masih angin-anginan sebelum berhasil melaju ke final. Sukses menyegel juara grup, Marko Simic dkk. cukup kesulitan di babak gugur, termasuk harus menyingkirkan PSM di semifinal melalui adu penalti.

Taktik berkarakter permainannya adalah kuatnya barusan pertahanan yang diisi oleh Marco Motta, , Otavio Dutra, dan Toni Sucipto. Didukung barisan gelandang yang tak kalah kuat. Meski lini depan yang dipimpin Marko Simic perlu ditingkatkan ketajamannya.

Sementara itu Persib memiliki sosok Robert Alberts. Pelatih kawakan asal Belanda yang sudah membesut Persib sejak tahun 2019. Ia dikenal sebagai pelatih berpengalaman dengan segudang prestasi.

Prestasi paling mentereng yang ditorehkan adalah membawa Arema ISL tahun 2010 sekaligus runner-up Piala Indonesia di tahun yang sama. Kemudian ia cukup sukses mengembalikan kejayaan PSM dengan catatan runner-up Liga 1 musim 2018.

Tahun itulah yang bakal menjadi memorinya untuk ajang revans dalam duel panas final Piala Menpora kontra Persija nanti. Diketahui saya itu PSM ia pimpin finis di urutan kedua di bawah Persija, dan hanya terpaut satu poin saja.

PSM dan Persija seperti berlari kencang memperebutkan gelar juara pada musim tersebut. Kedua tim saling mengejar posisi puncak, hingga cukup menyesakkan bagi PSM karena tertinggal satu angka di garis terakhir.

Namun melihat kondisi terkini, ada potensi cukup bagi Alberts untuk membayar kegagalan setiap bertemu Persija. Timnya melakukan perjalanan apik selama di turnamen ini. Persib belum pernah menelan kekalahan sepanjang Piala Menpora.

Ditambah kekuatan timnya yang diisi banyak pemain berkualitas dan sebagian penuh pengalaman. Menjadi modal yang cukup besar untuk Robert Alberts membawa Persib juara. Meski sejumlah kekurangan dalam permainan timnya masih perlu ada pembenahan, khususnya untuk lini belakang yang begitu mudah kebobolan.

Berita Terkait