Bos PSIS: Laskar Mahesa Jenar Bakal Gunakan Stadion Jatidiri Kalau…

selaku General Manajer Semarang mengatakan, timnya bisa saja menggunakan untuk 2021.

PSIS Semarang menyambut hangat keputusan soal izin menggunakan Stadion Jatidiri, Semarang, Jawa Tengah pada musim 2021.

Sebelumnya, pihak pengelola stadion sempat tidak memberikan izin kepada PSIS untuk kembali bermarkas di Stadion Jatidiri pasca-renovasi.

Meski sudah mendapatkan lampu hijau, rupanya PSIS belum sepenuhnya yakin akan menjadikan Stadion Jatidiri sebagai homebase mereka di .

Penyebabnya karena pihak klub masih harus berpikir ulang seandainya liga digelar tanpa penonton.

Hal itu akan berimbas pada hilangnya pemasukan lewat penjualan tiket bagi penonton yang ingin datang ke stadion.

Tentu hal ini akan memberatkan kantong dari Laskar Mahesa Jenar, mengingat harga sewa Stadion Jatidiri yang tidak murah.

General Manajer PSIS Semarang, Wahyu Liluk Winarto mengungkapkan, pihaknya baru benar-benar yakin akan menggunakan Stadion Jatidiri sebagai kandang di Liga 1 andai kompetisi boleh dihadiri oleh penonton.

Sebab pihak klub juga butuh pemasukan tambahan dari sektor tiket pertandingan.

“Kalau boleh dengan penonton ya tentunya kami ingin pilih bermain di Stadion Jatidiri,” ujar Wahyu dikutip Bolasport dari Tribun Jateng.

Lampu hijau untuk penonton hadir di stadion sendiri sejauh ini masih wacara dan belum ketok palu baik dari PSSI maupun .

Di saat bersamaan, sang general manajer juga sudah punya opsi lain andai Liga 1 juga belum boleh dihadiri oleh penton.

Menurut Wahyu pihaknya punya dua stadion cadangan untuk kandang PSIS di Liga 1 2021, yakni atau Stadion Kebondalem, Kendal.

“Tetapi kalau tanpa penonton, kami sudah ada dua opsi stadion, yaitu di Stadion Citarum atau Stadion Kebondalem,” ujar Wahyu Liluk Winarto.

Keputusan mengenai mana stadion yang akan dijadikan markas PSIS sendiri belum akan diputuskan dalam waktu dekat.

Pihak klub masih menunggu keputusan final terkait aturan-aturan dalam penyelenggaraan Liga 1 2021.

“Kami mau tunggu dulu kepastian kompetisi, ini juga bertepatan dengan bulan Ramadhan, saya kira waktunya untuk istirahat dulu,” tutup Wahyu Liluk Winarto.

Berita Terkait