Mochamad Iriawan berharap pemda merawat monumen bersejarah PSSI

Tepat pada ulang tahun ke-91 PSSI, ketua umum organisasi yang berdiri pada 19 April 1930 itu, Mochamad Iriawan berharap pemerintah daerah (pemda) merawat monumen bersejarah terkait PSSI di wilayahnya.

“Kami memohon pemerintah setempat untuk merevitalisasi monumen bersejarah itu,” kata Iriawan dalam perayaan hari jadi ke-91 PSSI secara virtual yang diikuti di Jakarta, Senin.

Tercatat, setidak-tidaknya ada dua gedung dan patung di wilayah Jawa Tengah serta Yogyakarta yang bersangkut paut dengan PSSI.

Keduanya yaitu patung Ketua Umum pertama PSSI Soeratin Sososrosoegondo di Balai , Solo, dan Monumen PSSI di Yogyakarta.

Iriawan sendiri mengunjungi tugu Soeratin di Solo saat merayakan ulang tahun ke-91 PSSI.

“Kami menitipkan monumen-monumen itu karena penuh ,” kata purnawirawan berpangkat akhir Komisaris Jenderal Polisi itu.

Perayaan ulang tahun ke-91 PSSI diadakan di Stadion Manahan, Solo, beberapa menit sebelum laga leg kedua semifinal PSS Sleman versus digelar.

Acara yang dihadiri oleh beberapa pejabat termasuk Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa serta beberapa perwakilan dan Kementerian Kesehatan tersebut tidak diadakan secara besar-besaran lantaran pandemi COVID-19. Peringatan itu cuma ditandai dengan pemotongan tumpeng.

PSSI berdiri pada 19 Oktober 1930 di Yogyakarta. Ketua Umum pertama sekaligus pencetus pembentukannya adalah Soeratin Sosrosoegondo yang juga lahir di Yogyakarta.

Setelah berdiri, tepatnya pada Mei 1931, PSSI melangsungkan turnamen perdananya di Kota Solo.

Awalnya, PSSI merupakan singkatan dari Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia. PSSI baru menjadi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia mulai 1950 dan dua tahun kemudian terdaftar sebagai anggota .

Berita Terkait