Asnawi Mangkualam Mau Punya Stamina Bagus Demi Bersaing di Korea

Pemain , Mangkualam mengaku fisiknya belum cukup bagus untuk main di Korea. Ia merasa staminanya kerap habis saat main di pertandingan.

Dari empat laga yang sudah ia mainkan, Asnawi baru satu kali main penuh. Itu terjadi saat debut di ajang Piala FA melawan Yangpyeong FC, 28 Maret. Setelahnya, Asnawi main tiga kali berturut-turut di K League 2.

Tapi, Pelatih Ansan selalu menarik keluar Asnawi pada babak kedua di laga-laga K League 2. Rinciannya; Asnawi main 61 menit lawan Busan IPark, tampil 81 menit Jeonnam Dragons, dan main 66 menit lawna Bucheon FC.

Soal itu, Asnawi memang mengakui bahwa stamina masih menjadi kendala buatnya. Kim Gil-sik menyadari hal itu sehingga belum memberikan Asnawi main penuh di K League 2.

Kompetisi Shopee 2020 yang vakum dan kemudian dihentikan turut menjadi alasan Asnawi belum bisa maksimal di Korea. Ia harus adaptasi lagi setelah setahun lebih tak berkompetisi.

“Memang saat ini yang perlu ditingkatkan adalah stamina saya, karena memang saya sangat ketinggalan jauh dari pemain-pemain lain,” kata Asnawi kepada detikSport.

“Kita tahu, tahun lalu tanpa kompetisi. Jadi saya cuma latihan sendiri dan latihan bareng club. Itu sangat jauh berbeda,” ujarnya menambahkan.

Selain lama tak berkompetisi, juga harus menunda satu bulan untuk gabung latihan Ansan Greeners karena kebijakan isolasi mandiri di Korea. Sebenarnya Asnawi cuma perlu isolasi 14 hari saja.

Tetapi ia diwajibkan mengulang isolasi lagi selama 14 hari karena pernah kontak dengan orang yang terpapar COVID-19. Alhasil, Asnawi akhirnya menjadi isolasi selama kurang lebih satu bulan di Korea sebelum gabung latihan Ansan.

“Saat datang ke sini, saya juga kan ketinggalan 1 bulan dari yang lain karena harus karantina mandiri,” tutur Asnawi.

Kini, Asnawi sudah mulai reguler mengisi skuad utama Ansan. Posisi bermainnya berubah, dari bek kanan menjadi penyerang sayap kanan.

Meski main di depan, naluri Asnawi sebagai bek kanan belum hilang. Ia sering membantu Ansan turun ke bawah dalam transisi menyerang ke bertahan.

Hal itu disinyalir membuat stamina Asnawi Mangkualam semakin terkuras. Selain fisiknya yang belum prima 100 persen, gaya bermainnya itu pula yang membuat Asnawi banyak berlari dalam pertandingan.

Pelatih Indonesia sempat menyaksikan langsung permainan Asnawi bersama Ansan. Shin Tae-yong juga menyebut bahwa anak asuhnya di Timnas Indonesia itu belum cukup prima.

“Dia harus meningkatkan stamina agar mampu naik menyerang, dan turun bertahan dengan baik. Kebugarannya harus dikembangkan lagi,” kata Shin Tae-yong dikutip dari Sporschosun seusai laga Ansan kontra Jeonnam Dragons pada 11 April lalu.

Berita Terkait