Persija Jakarta Menang Adu Penalti, Sandi Sute: Inilah Yang Dinamakan Mental Juara!

Laga semi-final leg kedua Piala 2021 antara Jakarta dan harus diselesaikan lewat adu penalti usai kedua tim memainkan 180 menit tanpa gol. Leg kedua dilaksanakan di Stadion , Solo, Minggu, 18 April.

Pada leg pertama yang digelar di Maguwoharjo, Sleman, kedua tim juga tidak bisa mencetak gol. Pada pertandingan leg kedua ini, permainan tidak sekeras leg sebelumnya, namun drama adu penalti jadi bumbu yang menarik untuk menutup pertandingan.

Persija sempat tertekan setelah beberapa penendang mereka, termasuk , gagal melaksanakan tugasnya sebagai algojo penalti. Harus diakui sebagai penjaga gawang tampil brilian pada laga ini, dengan beberapa penyelamatan.

Ardhiyasa sebagai kiper Persija juga tak mau kalah, ia dapat membuktikan kapasitasnya sebagai kapten dan menghalau beberapa tendangan pemain PSM dari titik putih. , gelandang Persija, menegaskan mental juara Macan Kemayoran.

“Saya perwakilan dari pemain, saya hanya mengucapkan alhamdulillah kami menang, dan saya apresiasi juga kepada kapten saya Andritany, dia luar biasa,” ungkap Sandi selepas pertandingan, kepada awak media lewat sesi jumpa pers.

“Inilah yang dinamakan mental juara, kami sangat-sangat bersyukur, semoga pertandingan selanjutnya kami bisa lebih baik lagi,” tukas gelandang asal Palu itu.

Apresiasi serupa juga diberikan pelatih Persija, Sudirman, kepada anak asuhnya. Diakui bahwa laga leg kedua memang tidak semenarik pertemuan pertama, namun Sudirman menilai bahwa faktor kelelahan jadi alasan permainan kedua tim menurun.

Baik Persija atau pun PSM memang benar-benar tumpul di pertandingan leg kedua ini. Sudirman dapat memahami kenapa laga harus diselesaikan dengan adu penalti, dan menaruh hormat pada perjuangan seluruh pemain di lapangan, terutama Andritany.

“Pertama saya ucapkan alhamdulillah, syukur kami bisa memenangkan pertandingan ini, karena pertandingan ini sungguh sangat melelahkan karena kedua tim hanya punya tiga hari dari pertandingan kemarin.”

“Jalannya pertandingan agak sedikit lambat, makanya kami ada kesulitan untuk menciptakan gol, dan akhirnya adu penalti. Karena alhamdulillah adu penalti ini sangat menegangkan sebenarnya, kami sudah ketinggalan tiga kali, tapi alhamdulillah pemain-pemain saya, terutama Andritany.”

“Saya ucapkan apresiasi saya, dia bisa menahan penalti-penalti yang dilakukan pemain PSM sehingga kami bisa mengambil keuntungan dari itu.”

Berita Terkait