Dukungan untuk Suporter Nonton Langsung di Stadion

Sejumlah pihak mendukung gagasan agar suporter bisa kembali menonton langsung di stadion tempat digelarnya pertandingan sepak bola Tanah Air. Gagasan yang diutarakan Presiden Joko Widodo itu dianggap bukan mustahil untuk diwujudkan.

Direktur PT Bermartabat, semringah atas dilontarkannya gagasan tersebut oleh orang berkuasa seperti presiden. Menurutnya, dengan lampu hijau dari petinggi negara dan federasi membuat keyakinan kembalinya liga yang semarak sangatlah besar.

“Kami sangat optimistis Liga 1 bisa kembali berjalan. Soal adanya penonton, yang penting liga jalan dulu, apabila ada penonton, Alhamdulillah, tapi prokes (protokol kesehatan) tetap harus ketat,” kata Teddy di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/4).

Dukungan serupa diungkapkan oleh Ketua Viking Club, Heru Djoko. Heru mengapresiasi keinginan tersebut karena hal serupa sudah mulai diterapkan di negara lain.

“Kami berterima kasih adanya upaya itu, artinya ini berproses ke sana. Bagus banget kalau kita bisa kembali ke stadion tapi dengan protokol kesehatan yang sangat ketat,” kata Heru.

Sama seperti Teddy, Heru pun menginginkan adanya kepastian dulu dengan kompetisi Liga 1 2021. Heru tahu bahwa pihak berwenang akan tetap menerapkan protokol kesehatan bagi penonton.

“Asal aturannya jelas dan panitia ketat menempatkan penonton, masuk akal juga, jadi yang pasti saya yakin izin itu dikeluarkan sudah dengan aturan ketat karena ada pertimbangan,” kata Heru.

General Manager Semarang, Wahyu ‘Liluk’ Winarto juga mengeluarkan suara dukungan. Ia berharap penonton benar-benar sudah bisa datang langsung ke stadion saat Liga 1 kembali bergulir tahun ini.

“Alhamdulillah sudah bisa dengan penonton,” kata Wahyu saat dihubungi Republika, Kamis (15/4). “(Semoga) saat Liga 1 mulai (penonton bisa masuk stadion),” katanya menambahkan.

Menanggapi harapan-harapan tersebut, Operator kompetisi Liga 1 dan Liga 2, PT Baru (LIB) akan mengkaji wacana menghadirkan penonton saat kompetisi kembali digelar pada Juni mendatang. Direktur Utama mengatakan, untuk dapat menghadirkan penonton ke stadion pihakmya memerlukan rancangan dan pertimbangan yang matang.

Akhmad tidak ingin adanya kaster baru penyebaran virus korona yang dikarenakan penonton datang ke stadion. Sebab itu, akan ada banyak pertimbangan untuk menghadirkan penonton di stadion.

“Salah satu pertimbangan misalnya apakah vaksinasi sudah merata di masyarakat? Apakah ada tahapan presentase jumlah penonton? Apakah penonton harus dites swab antigen sebelum masuk stadion? Dan sebagainya,” kata Akhmad kepada Republika, Kamis (15/4).

Akhmad mengatakan, peluang merealisasikan ini akan diketahui setelah mengadakan rapat koordinasi dengan instansi dan pihak-pihak terkait. Dia mengaku optimistis dengan wacana ini, tapi tentu perlu kajian yang komprehensif.

“Tentunya rancangannya nanti akan dikomunikasikan dengan Kemenkes, Kemenpora, Satgas Covid dan kepolisian,” katanya.

Sementara itu Plt Sekjen Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Yunus Nusi mengatakan, pihaknya menyambut baik wacana untuk menghadirkan penonton di stadion. Menurutnya ini menunjukkan kepedulian pemerintah terhadap kemajuan dan bergulirnya kompetisi nasional di tengah pandemi.

“Tentang keinginan ke depan akan ada penonton, tentu kita sangat senang, tentu PSSI akan mendiskusikan ini dengan pihak-pihak terkait, terutama dengan perwakilan suporter,,” kata Yunus kepada Republika, Kamis (15/4).

Menanggapi arahan presiden, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali akan berkomunikasi dengan beberapa pihak penyelenggara liga seperti Polri, PSSI dan PT LIB.

“Ini bukan pekerjaan ringan mengizinkan siapa yang boleh dan tidak boleh nonton langsung. Tetapi, beliau (Joko Widodo) telah membuka peluang itu untuk mengkaji lebih dulu. Mengkaji ya bukan mengizinkan,” ujar Zainudin.

Di satu sisi, kata dia, Kemenpora tidak ingin buru-buru membuka pagar stadion untuk penonton meski dalam jumlah yang sedikit.

“Kemarin pernyataan saya, kami tidak gegabah, tetapi kami tidak mendiamkan. Kami tetap akan lakukan pengkajian supaya benar-benar hasilnya menjadi dasar untuk mengeluarkan izin dari pihak kepolisian,” ucapnya.

Ia menyampaikan, presiden juga memantau langsung jalannya 2021 sebagai salah satu bentuk ujicoba kompetisi di tengah pandemi.

“Saya akan kaji betul-betul, ini bukan keputusan tapi baru kajian. Dan jika hasil kajiannya ternyata tidak visible untuk penonton ya saya akan sampaikan seperti itu. Kajian ini juga berlaku untuk semua kegiatan olahraga. Sehingga kami akan menetapkan SOP yang standar sesuai karakteristik dari cabor itu,” kata Zainudin.

Berita Terkait