Miliki 3 Striker Berlabel Timnas Indonesia, Arema FC Soroti Jebloknya Performa Lini Depan

Tim pelatih Arema FC menyoroti peforma lini depan tim setelah selesainya Piala Menpora 2021.

Arema FC tak bisa berbicara banyak di Piala Menpora 2021.

Arema FC yang bergabung dalam Grup A bersama PSIS Semarang, Barito Putera, dan Tira Persikabo.

Klub berjulukan Singo Edan itu menempati posisi juru kunci dengan satu poin.

Arema FC bermain imbang 1-1 melawan Tira Persikabo.

Satu gol Arema FC dicetak oleh Dendi Santoso.

Kemudian, Arema FC kalah 1-2 dari Barito Putera.

Gol tunggal Arema FC dicetak oleh Feby Eka Putra.

Arema FC kembali kalah, yakni tunduk 2-3 dari PSIS Semarang.

Dua gol Arema FC dicetak oleh Dedik Setiawan, gol keduanya dicetak melalui sepakan penalti.

Total, Arema FC hanya bisa mencetak empat gol meski memiliki striker macam Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo, dan Muhammad Rafli.

Dedik Setiawan telah tampil timnas Indonesia dalam tujuh laga.

Kushedya Hari Yudo belum resmi debut timnas Indonesia. Akan tetapi, ia dipanggil pemusatan timnas Indonesia.

Ia juga bermain saat timnas U-23 Indonesia menjalani uji coba beberapa waktu lalu sebagai persiapan SEA Games 2021.

Sementara Muhammad Rafli pernah memperkuat timnas U-19 dan U-22 Indonesia.

Asisten pelatih Arema FC, Singgih Pitono menyebut tim pelatih telah melakukan evalusi untuk meningkatkan produktivitas gol di Liga 1 2021.

“Memang penilaian, lini depan jelas belum tune-in. Perlu diingat, satu tahun itu tidak ada kompetisi. Ada banyak evaluasi di lini depan. Produktivitas gol kita disorot,” kata Singgih Pitono, dilansir BolaSport.com dari laman liga.

Penampilan barisan penyerang Arema FC sebenarnya tidak terlalu buruk dengan sukses membuat 47 tembakan ke gawang lawan.

Akan tetapi hanya kurang baik untuk penyelesaian akhir membuat persentase keberhasilan 32 persen yang menghasilkan 15 tembakan on target.

“Lini depan memang ada problem, tapi jangan salah, kita banyak peluang. Tapi masalah finishing touch atau penyelesaian kita yang perlu banyak dibenahi,” ujar Singgih Pitono.

Eks striker Arema di era galatam itu menekankan tidak ada keberuntungan soal mencetak gol.

“Tidak ada yang namanya keberuntungan. Semua gol itu dibikin, proses golnya saja yang berbeda. Di awal, mainnya kita kan sudah terencana,” ujarnya.