Fakta Unik Semifinal Piala Menpora 2021 Persib Vs PS Sleman

Persib Bandung dan PS Sleman akan bersua dalam pertandingan leg pertama semifinal Piala Menpora 2021.

Duel leg pertama semifinal antara Persib vs PSS akan berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (16/4/2021) malam.

Pertarungan antara Persib vs PS Sleman bisa disebut sebagai duel tim paling produktif melawan klub dengan pertahanan terbaik di Piala Menpora 2021.

Persib merupakan tim dengan tingkat produktivitas yang tinggi.

Dalam empat pertandingan yang dilakoni, klub berjulukan Maung Bandung itu berhasil membukukan sembilan gol, tercatat sebagai yang tertinggi dibandingkan dengan semifinalis Piala Menpora 2021 lainnya.

Tingginya tingkat produktivitas tim Persib layak diwaspadai oleh PS Sleman. Pasalnya, distribusi gol Persib terbilang merata.

Artinya, Maung Bandung tidak hanya mengandalkan satu atau dua pemain saja dalam upaya mencetak gol.

Sembilan gol yang dibukukan Persib selama Piala Menpora disumbangkan oleh enam pemain berbeda; Frets Butuan (dua gol), Wander Luiz (dua gol), Ezra Walian (dua gol), Ferdinand Sinaga (satu gol), Esteban Vizcarra (satu gol), dan Nick Kuipers (satu gol).

Dari enam pemain yang sudah menyumbang gol untuk Persib, lima di antaranya berposisi sebagai pemain depan. Hanya Nick Kuipers pemain belakang yang menyumbangkan untuk Persib.

Melalui catatan tersebut, tidak berlebihan bila menyebut Persib punya lini depan yang sangat tajam. Akan tetapi, di laga melawan PS Sleman, Persib terancam mengalami krisis pemain depan.

Pasalnya, Wander Luiz dipastikan absen karena menjalani sanksi kartu merah. Selain Luiz, Ezra Walian juga masih diragukan tampil. Pemain berdarah Belanda-Indonesia itu mengalami cedera hamstring ketika tampil di laga perempat final menghadapi Persebaya Surabaya.

Dalam situasi tersebut, Alberts tentu sudah memiliki rencana untuk membuat lini depan Persib tetap garang. Sejumlah pemain seperti Ferdinand Sinaga, Esteban Vizcarra, hingga Frets Butuan bisa diandalkan Alberts untuk menutup lubang yang ditinggalkan Luiz atau Ezra.

Lebih penting, para pemain yang nantinya dipercaya untuk menggantikan peran dari Wander Luiz ataupun Ezra Walian bisa lebih agresif untuk membongkar pertahanan PS Sleman yang kukuh.

Seperti diketahui, PS Sleman adalah semifinalis Piala Menpora dengan tingkat kebobolan paling rendah. Tercatat, baru dua gol yang bersarang di gawang PS Sleman dalam lima pertandingannya di Piala Menpora 2021.

Selain dituntut lebih agresif, lini pertahanan Persib juga tidak boleh lengah kala bersua PS Sleman. Memang benar, produktivitas PS Sleman menjadi yang paling rendah bila dibandingkan dengan semifinalis lain di Piala Menpora 2021.

Akan tetapi, catatn pertahanan Persib juga sejatinya tidak terlalu baik. Persib tercatat sebagai tim dengan tingkat kebobolan paling tinggi. Sudah lima gol bersarang ke gawang Persib. Uniknya, empat dari lima gol tersebut diciptakan lawan melalui set piece bola mati.

PS Sleman, meski tingkat produktivitas mereka terbilang paling rendah, dua dari total tiga gol yang dibukukan tim berjulukan Super Elang Jawa itu diciptakan melalui situasi bola mati.

Barisan belakang Persib tentu dituntut lebih fokus dalam menggalang pertahanan, terutama dalam mengantisipasi situasi bola mati yang sejauh ini menjadi titik lemah Persib.

“Saya kira ini sepak bola, kami kecolongan waktu melawan Persebaya. Namun, di sepak bola kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Kami akan coba memaksimalkan supaya kami lebih baik lagi,” kata penggawa lini belakang Persib, Victor Igbonefo.

Fabiano yang kerap menyulitkan Persib

Hal lain yang tak bisa diabaikan begitu saja oleh Persib adalah kehadiran Fabiano Beltrame di tim PS Sleman. Fabiano adalah mantan pemain Persib yang harus terdepak dari skuad Maung Bandung pada jendela transfer awal musim 2021.

Menghadapi mantan tim, Fabiano pasti akan tampil dengan motivasi tinggi untuk membuktikan bahwa dia masih layak bermain untuk Persib.

Terlebih lagi, pemain berdarah Brasil itu juga punya kontribusi besar untuk membuat lini pertahanan PS Sleman sulit ditembus lawan.

Catatan menarik lainnya adalah Fabiano cukup sering membobol gawang Persib. Selain itu, Persib juga sering kali kesulitan meraih kemenangan ketika berhadapan dengan tim yang dibela Fabiano.

Dari 15 kali pertemuan Persib dengan tim yang pernah dibela Fabiano di kompetisi resmi, hanya empat kali Persib meraih kemenangan, selebihnya berakhir dengan kekalahan dan hasil imbang.

Kali terakhir Persib bisa meraih kemenangan atas tim yang dibela Fabiano terjadi pada 2013 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Ketika itu Fabiano memperkuat Persija Jakarta dan Persib berhasil menyudahi laga dengan kemenangan 3-1.