Saksikan Aksi Asnawi Mangkualam Bahar, Penerjemah Banyak Minum Kopi

Bek sayap muda kini bisa bernafas lega dalam menghadapi jurnalis Korea Selatan setelah manajemen menunjuk seorang wanita sebagai penerjemah.

sempat frustrasi ketika menjalani debutnya bersama Ansan di ajang Piala FA menghadapi kendala bahasa dalam sesi jumpa wartawan. Penerjemah yang sudah disiapkan belum bisa hadir, karena hasil tes COVID-19 belum keluar.

Manajemen sempat menghubungi seorang wanita yang bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia dan Korsel, tapi di saat bersamaan sedang mengasuh anaknya, sehingga sesi tanya jawab terhenti di tengah jalan. Manajemen lalu mencari penggantinya secara dadakan, tetapi pengganti wanita itu yang diambil seadanya juga tidak memahami istilah dalam sepakbola.

Kali ini, Ansan sudah siap dengan penerjemah Asnawi. Apalagi penampilan Asnawi saat menjamu Jeonnam Dragons akhir pekan kemarin turut disaksikan pelatih Indonesia .

Seperti sebelumnya, penerjemah itu adalah seorang wanita bernama Hana-yeon. Bekerja di bidang ini bukan hal baru bagi Hana, karena ia pernah bekerja di Indonesia sebagai penerjemah bahasa Korea.

Hana terlihat bercengkerama dengan ofisial Ansan dua jam sebelum pertandingan untuk menyesuaikan diri dengan suasana di stadion. Hana mengaku mengenal sosok Asnawi dari suaminya yang menyebutkan pemain berusia 21 tahun itu menempati posisi salah satu penggawa Korsel di 2002, Song Jong-guk.

“Saya mendengar tentang Asnawi, dan katanya menempati posisi yang sama seperti Song Jong-guk di Piala Dunia 2002,” ungkap wanita yang berdomisili di Seoul ini dikutip laman Sports-G.
Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Saya membawa banyak kopi agar bisa fokus menyaksikan pertandingan. Walau saya tidak terlalu mengerti tentang sepakbola, pola pikir saya hanya berusaha menyampaikan pernyataan Asnawi secara benar. Saya sekarang penggemar Asnawi juga, jadi saya datang untuk membantu dia dengan sepenuh hati.”

Hana sebetulnya bukan penerjemah yang diinginkan Ansan, mengingat ia tinggal di Seoul. Manajemen Ansan mendengar kabar ada seorang pastor bernama Lee yang dapat berbahasa Indonesia. Nama Hana direkomendasikan seorang pastor, karena ia tidak bisa meninggalkan aktivitasnya selama akhir pekan.

Berita Terkait