Piala Menpora – Persebaya Tersingkir dengan Kepala Tegak dan Bangga

Langkah terhenti di babak 8 besar seusai kalah secara dramatis dari Bandung di , Minggu (11/4/2021) malam.

Meskipun tersingkir dari , tim berjuluk Bajul Ijo itu pulang dengan kepala tegak.

Penampilan Persebaya Surabaya mengundang decak kagum.

Di Atas kertas, kedalaman pemain jauh lebih unggul dari Persebaya Surabaya dengan materi pemain muda.

Namun, sifat ngeyel yang dimiliki pemain-pemain Persebaya Surabaya mampu mempersempit jarak kualitas dan pengalaman.

Memang di awal pertandingan Persebaya kurang cepat panas, membuat Persib Bandung berhasil memanfaatkan keadaan dan unggul tiga gol terlebih dahulu.

Situasi semakin runyam saat diusir karena mendapatkan kartu merah pada pengujung babak pertama.

Penjaga gawang Persebaya Surabaya Satria Tama melakukan protes kapada basit seusai diganjar kartu merah saat laga melawan Persib Bandung pada babak 8 besar Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 3-2 di Sleman, Minggu (11/04/2021) malam.

Penjaga gawang Persebaya Surabaya Satria Tama melakukan protes kapada basit seusai diganjar kartu merah saat laga melawan Persib Bandung pada babak 8 besar Piala Menpora 2021 yang berakhir dengan skor 3-2 di Stadion Maguwoharjo Sleman, Minggu (11/04/2021) malam.(KOMPAS.com/SUCI RAHAYU)

Namun, ketertinggalan tersebut tak cukup membuat Persebaya Surabaya layu.

Sebaliknya, seiring dengan waktu berjalan, pemain-pemain Bajul Ijo makin panas dan mendikte permainan Persib.

Mereka pun berhasil memperkecil skor menjadi 3-2 hingga akhir laga.

Pelatih pun memberikan apresiasi tertinggi kepada seluruh pemainnya.

Dia merasa rasa bangga atas penampilan anak asuh yang ngeyel dan ngosek, khas Bajul Ijo.

“Jujur selama Piala Menpora pemain saya bermain fantastis dengan pemain lokal, padahal Persib dengan full team, kami bisa mengimbangi, bahkan kami bisa menekan,” kata Aji Santoso.

“Jujur saya bangga dengan pemain yang ada, jadi nanti saat persiapan kompetisi kami tinggal menambahkan pemain asing. Kalau nanti kami dapatkan yang berkualitas, mungkin saya akan bisa berbicara banyak. Saya puas dengan pemain walaupun kami kalah 2-3,” katanya.

Menurut Aji Santoso, kekalahan ini harus disambut dengan kepala tegak.

Pemain sudah menunjukkan arti sesungguhnya dedikasi dan kerja keras dalam sebuah pertandingan.

Mereka layak mendapatkan respek dan rasa bangga atas perjuangan luar biasa yang sudah ditunjukkan.

“Saya sudah sampaikan tidak ada yang salah dengan permainan anak didik saya. Mereka sudah tampil sesuai yang saya inginkan,” katanya.

“Satu dua sentuhan bola dan dikombinasikan dengan berani pegang bola, dikombinasikan dengan long pass,” tutur pelatih asal Kepanjen, Kabupaten Malang, itu.

“Namun, ya memang kami kalah, malam ini dan saya ucapkan selamat kepada Persib. Yang jelas, saya puas dengan anak didik saya walaupun tidak lolos ke semifinal, tetapi perjuangannya sungguh sangat maksimal,” katanya.

Berita Terkait