Indra Sjafri Minta Askot PSSI Jalankan Kompetisi Usia Dini

Direktur Teknik Timnas Indonesia, Indra Sjafri, meminta kompetisi usia dini digelar. Asosiasi Kota PSSI seluruh Indonesia yang diminta untuk mengadakan itu.

Indra menegaskan bahwa bakat pemain muda Indonesia harus diasah lewat kompetisi. Itu disampaikan Indra safri kepada detikcom di stadion utama Palaran usai memantau langsung jalannya seleksi Timnas U -19 dan Timnas U-16 regional Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Minggu (11/4/2021).

Sebanyak 66 pemain ikut seleksi Timnas U-19 dan Timnas U-16 yang juga dipantau langsung oleh asisten pelatih Timnas U-19, Nova Arianto, dan pelatih Timnas U-16, Bima Sakti. Seleksi untuk regional Kaltim dan Kaltara ini berlangsung selama dua hari, 10-11 Apil 2021.

“Saya yakin potensi-potensi sepakbola mulai dari usia 16 itu sangat banyak sekali. Termasuk di Kaltim. Kami ada dapat pemain yang nanti mereka berproses. Mereka nanti dilatih pelatih yang bagus. Ada kompetisi. Nanti dia akan menjadi calon generasi yang baru persepakbolaan kita,” ujar Indra Sjafri.

Indra Sjafri menegaskan bahwa seleksi ini dilakukan di 34 provinsi. Para pemain yang lolos seleksi akan dipertemukan di tingkat nasional.

“Seleksi kali ini menggunakan sistem trofeo. Para pemain yang mengikuti seleksi dibagi menjadi tiga tim lalu saling bertanding 3×30 menit,” ujar Indra Sjafri.

Bima Sakti, yang juga warga Balikpapan Kaltim, mengaku senang dengan antusiasme para pemain yang ikut seleksi. Dia berharap banyak pemain asal Kaltim yang lolos ke tingkat nasional.

“Kami menilai Kaltim luar biasa. Saya lihat pembinaan lebih banyak pemain pemain berkualitas. Kalau dibina terus, mereka bisa bersaing tingkat nasional,” ujar Bima Sakti.

Sementara itu Ketua Askot PSSI Samarinda, Joha Faja, yang ikut mendampingi para pelatih Timnas yang melakukan seleksi mengaku bahwa kompetisi untuk usia dini telah berjalan di kota Samarinda.

“Untuk kompetisi usia dini dikota Samarinda berjalan dengan baik hal ini bisa terlihat dengan anak anak yang lolos seleksi umumnya hasil pembinaan di sekolah sekolah sepak bola yang ada di kota Samarinda,” kata Joha.

“Harapan kami tentu anak-anak ini bisa lolos ke tahap selanjutnya. Namun yang terpenting anak-anak bisa mendapat pengalaman berharga karena dipantau langsung oleh pelatih Timnas,” kata Joha Faja.