Sangat Optimis Bersaing, Striker Sriwijaya FC Rudiyana: Apalagi Ditambah Polesan Materi Nil Maizar

Striker andalan Sriwijaya FC Rudiyana menyatakan optimis dengan kerangka tim yang tengah dibentuk Pelatih .

Saat ini, skuat Sriwijaya FC dalam persiapan menghadapi kompetisi mendatang.

“Ya kalau melihat skuat pemain yang baru ini sangat optimis. Apalagi ditambah dengan materi dari pelatih yang cukup akan sangat bagus kalau menurut saya. Sangat optimis,” ungkap Rudiyana yang masih mengenakan jersey nomor 29 ini kepada Sripoku.com.

Mantan striker andalan Sulut yang pada masa libur pandemi covid 19 konsent menjadi pelatih anak-anak SSB Bina Pakuan usia 13 Tahun di lapangan Batununggal Indah Bandung.

“Bisa bergabung latihan bareng tentunya sangat senang ya karena kita tahun ini kegiatan sepakbola dengan bergabung ini disambut positiflah,” kata pesepakbola kelahiran Bandung, 4 Mei 1992.

Rudiyana dinilai selama ini ‘tersingkir’ ketika hadirnya sang naturalisasi asal Brazil pinjaman klub asalnya Tim Liga 1 Madura United, alias menilai lumlah adanya perubahan tim setiap musimnya.

“Udah lumrah lah di setiap perubahan musim di sepakbola. Baik itu pemain maupun pelatih,” ujar Rudi.

Rudiyana telah banyak pengalaman merumput di tim besar.

Seperti Bandung, Persis Solo, dan .

Ia mengaku memiliki kesan dan cerita manis di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

“Paling berkesan waktu angkat trofi juara ISL bersama Persib Bandung di Jakabaring pada 2014. Itu momen spesial yang tak bisa dilupakan. Awal karir jadi bagian juga juara di Palembang. Ada cerita manis di Jakabaring,” kata mantan striker PSIM.

Pesepakbola beristrikan Shani Zakiyyah yang dipersuntingnya sejak 29 Januari 2017 namanya melejit di klub Sriwijaya FC ketika memulai latihan musim kompetisi 2020 lalu.

Di setiap latihan maupun petandingan ujicoba, Rudiyana kerap membuktikan kepiawaiannya dalam menjebol gawang lawan.

Antara lain Rudiyana mencetak 5 gol pada ujitanding perdana mengalahkan Tim All Star Inzhagi PCL dengan skor 10-0 di Stadion GSJ, Sabtu (1/2/2020) lalu.

Untuk membantu Sriwijaya FC juara, Rudiyana memiliki target pribadi.

Rudi yang menjadikan tanggal pernikahannya sebagai nomor punggung jerseynya ini ingin mengejar sepatu emas .

Lama dia tidak menjadi pencetak gol terbanyak kompetisi.

Koleksi gol terbanyak dirasakan saat memperkuat Persis Solo dengan sembilan gol pada 2017.

Setelah itu produktivitasnya menurun.

Penurunan ini bukan karena alami kemerosotan kualitas melainkan pergeseran posisi di lapangan.

Posisi Rudiyana saat di Karawang pada 2018 dan PSIM Yogyakarta juga Sulut United selusin berikutnya lebih banyak beroperasi di sektor sayap.

“Pergeseran posisi itu ikut mempengaruhi produktivitas gol. Semoga di Sriwijaya FC saya kembali menempati posisi ideal, yaitu striker.

Dengan begitu saya bisa mewujudkan target mencetak 20 gol semusim. Artinya 10 gol untuk putaran pertama.

Target setinggi mungkin. Yang lebih penting kemenangan tim. Cetak gak cetak gak masalah, yang penting raih 3 poin setiap kali pertandingan,” ujarnya.

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.