Lini Belakang PSM Makassar Diminta Waspadai Produktivitas PSIS Semarang

Pelatih , Syamsudin Batolla, wajib memberikan perhatian khusus pada produktivitas gol PSIS Semarang.

Hal itu dikatakan Syamsuddin Batolla saat kedua tim berjumpa di babak 8 besar Piala 2021.

Sebab, PSIS Semarang yang lolos dengan status sebagai juara Grup A penyisihan terhitung sebagai tim paling produktif sejauh ini.

Dari total tiga pertandingan yang dijalani, tim berjulukan itu berhasil melesakkan sembilan gol ke gawang lawan.

Mereka membuat tiga gol ke gawang saat imbang 3-3, lalu PSIS menang atas Persikabo 1973 (3-1), dan Arema FC (3-2).

Artinya, tim asuhan Dragan Djukanovic selalu berhasil mencetak minimal tiga gol dalam setiap laga penyisihan Grup yang dilakoni.

Jumlah itu terbilang impresif. Sebab, tak ada satu pun klub kontestan di turnamen ini yang mampu menyamai perolehan PSIS.

Tentu, catatan ini harus diantisipasi secara serius oleh barisan pertahanan skuad Juku Eja, julukan PSM Makassar.

Meskipun demikian, Syamsudin Batolla tak terlalu khawatir dengan catatan mentereng yang dimiliki tim lawan.

Dia hanya akan meminta anak asuhnya untuk tetap mempertahankan gaya bermain mereka selama ini.

“Kami tetap tidak akan mengubah cara permainan kami saat menghadapi PSIS Semarang,” kata Syamsuddin Batolla, dalam sesi jumpa pers jelang laga, Kamis (8/4/2021).

Selain itu, dia juga menekankan anak asuhnya untuk tetap disiplin dan bermain sabar ketika berjumpa PSIS.

Sebab, itu menjadi kunci penting bagi Syukur dan kawan-kawan untuk membendung agresivitas lini serang Hari Nur Yulianto dan kolega.

“Namun, saya selalu menginstruksikan kepada pemain agar tetap disiplin, sabar, dan selalu kerja keras. Itu yang selalu saya tekankan,” kata Syamsuddin Batolla.

Selain itu pula, aspek lain yang tengah disiapkan oleh jajaran tim pelatih PSM ialah menghadapi kemungkinan adu penalti.

Sebab, bagaimanapun juga, adu penalti bakal menjadi skema yang harus dipersiapkan oleh seluruh tim saat mulai berjuang di fase gugur.

“Dari jauh-jauh hari kami sudah mempersiapkan itu semua, terutama soal adu penalti,” kata Syamsudin Batolla.

“Karena di setiap babak delapan besar, jika laga berakhir imbang dan tak ada babak perpanjangan waktu, maka langsung diselesaikan dengan adu penalti,” katanya menambahkan.

Berita Terkait

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.