PSMS Dikabarkan Berganti Nama, King: Cuma untuk Memecah Belah

Beredar kabar PSMS akan mengganti nama. Semula, PSMS adalah Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya, diisukan, diubah menjadi Persatuan Sepakbola Medan Sumut.

Hal ini dibantah Julius Raja, Sekretaris Umum PSMS Medan. Ia berpendapat, ini merupakan isu dari kelompok-kelompok tertentu yang ingin memecah belah PSMS Medan.

“Ini cuma isu dari kelompok-kelompok kecil, yang ingin memecah belah PSMS. Ga usah kita gubris. Pergantian nama itu ga ada, cuma isu,” ucapnya saat dikonfirmasi Tribun Medan, Senin (5/4/2021).

Ia juga menyampaikan, PSMS Medan merupakan tim dengan manajemen yang sudah profesional. Legalitas PSMS Medan sudah terdaftar di FIFA dan PSSI.

“PSMS ini sudah profesional, kita sudah terdaftar di FIFA dan PSSI. Jadi itu semua ulah kelompok-kelompok yang mau mecah belah,” ujarnya.

Sebelumnya, diketahui ada pihak yang klaim nama dan logo PSMS sebagai milik pribadi. Pihak itu adalah Syukri Wardi di bawah naungan PT Pesemes.

Kasasi yang diajukan Syukri Wardi dan PT Pesemes di tolak oleh Mahkamah Agung (MA) Indonesia. Secara otomatis, Ia (Syukri) kalah dalam proses itu.

Buntut dari konflik itu, pihak PSMS Medan melalui PT Kinantan Medan Indonesia dan kuasa hukumnya, Bambang Abimayu, melaporkan Syukri Wardi ke Polda Sumut.

“Kita sudah laporkan, kemarin dari proses sidik sekarang sudah penyelidikan. Akan tetap kita kawal ini. Tidak ada lagi yang bisa klaim logo dan nama. Karena dari MA udah jelas, pembatalan cipta,” ucapnya kepada wartawan saat konfrensi pers di Stadion Kebun Bunga Jalan Candi Borobudur, No 2, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, pada Jum’at (26/3/2021) lalu.

Saat ini PSMS Medan tengah berbenah guna mempersiapkan skuat, jelang liga 2 bergulir yang dijadwalkan Juni mendatang. (cr12/tribunmedan.com)