Borong Empat Gol di Piala Menpora, Begini Pesan Pelatih Persiraja untuk Assanur ‘Torres’ Rijal

Satu nama menjadi sorotan di skuat Persiraja Banda Aceh dalam keikutsertaannya di Turnamen Piala Menpora 2021.

Mencuat nama Assanur ‘Torres’ Rijal yang hingga saat ini -sebelum babak perempatfinal dimulai.

Ya, ia masih menjadi top skorr sementara turnamen dengan perolehan empat gol, disusul Samsul Arif (Persebaya Surabaya) dengan dua gol.

Tiga gol Rijal ciptakan ke gawang Persita Tangerang yang membantu timnya menang 3-1 saat itu di pembuka Grup D.

Satu gol lainnya ia catatkan ke gawang Persib Bandung.

Sayang, langkah Persiraja harus terhenti, perolehan gol Rijal pun dipastikan tak akan bertambah.

Catatan uniknya, empat kali menjebol gawang lawan oleh Rijal Torres -begitu ia disapa- jadi sumber gol tim Persiraja secara keseluruhan selama turnamen.

Ya, Lantak Laju mencetak empat gol dan lima kali kebobolan.

Tersingkir di Grup D secara terhormat, karena permainan atraktif melawan klub raksasa.

Pelatih Persiraja Hendri Susilo sangat puas dengan penampilan pemain berusia 25 tahun itu.

Sundulan jadi keunggulannya, tiga dari empat gol yang ia lesakkan berasal dari kepalanya.

Padahal, tingginya hanya sekitar 165 cm.

Hendri berharap ia akan terus bekembang.

“Ya, saya pikir saya kenal Torres dari Liga 2, anak ini memang luar biasa, mudah-mudahan dia bisa berkembang,” kata Hendri seperti dilansir ligaindonesiabaru.com, Senin (5/4/2021).

Rijal Torres direkrut Persiraja musim 2019 dari klub Aceh United FC.

Lahir di Lambeugak, Kabupaten Aceh Besar, 2 Maret 1996.

Julukan Torres sudah tersemat sejak ia masih bermain sepak bola di SSB oleh para pelatihnya di sana merujuk kepada nameset di atas nomor punggungnya ‘Torres’.

Ia menjadi pemain terbaik Liga 3 tahun 2017 kala masih memperkuat Aceh United.

Rijal Torres juga berjasa atas promosinya Persiraja ke Liga 1 mulai 2020, ketika di laga penentuan perebutan juara 3 Liga 2 tahun 2019.

Kala itu, ia mencetak gol semata wayang ke gawang Sriwijaya FC.

Hendri Susilo mengamanatkan Rijal agar tetap bekerja keras lebih baik, rendah hati, dan tidak sombong.

Bukan tidak mungkin, Torres bisa dipanggil Timnas Indonesia.

“Saya minta sama dia tetap rendah hati dan jangan sombong, harus bekerja terus lagi, mudah-mudahan anak ini bisa kita sumbangkan untuk timnas kalau dia berkembang lebih baik, itu harapan saya,” kata Hendri.

Persiraja Tersisih di Piala Menpora

Kiprah Persiraja di pentas turnamen pramusim Piala Menpora 2021 akhirnya terhenti. Kepastian itu diperoleh setelah besutan Hendri Susilo menyerah di tangan Persib Bandung, 1-2, di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta, Jumat (2/4/2021) malam.

Hasil itu membuat Lantak Laju-julukan Persiraja menjadi klub keenam yang tersisih dari ajang itu.

Sebelumnya, Persikabo Tira Bogor dan Arema FC Malang menjadi wakil Grup A yang gagal lolos. Sementara di Grup B, Bhayangkara FC dan Borneo Samarinda.

Meski Persiraja dan Persita sama-sama tersingkir, namun Lantak Laju masih memiliki hingga partai terakhir.

Sedangkan Pendekar Cisadane-julukan Persita-lebih dulu tamat setelah kalah dari Persiraja, dan Persib Bandung.

Beruntung, di pertandingan pamungkas sore tadi, Persita sukses menahan draw Bali United 1-1.

Di klasemen akhir Grup D, Persib Bandung tampil sebagai pimpinan dengan nilai tujuh.

Bali United harus puas di posisi kedua usai mengantongi lima, diikuti Persiraja di nomor tiga dengan nilai tiga, dan Persita harus duduk manis sebagai juru kunci setelah menggemas satu angka.

Kecuali Pangeran Biru-julukan Persib Bandung-dan Bali United, empat klub lain yang lolos ke perempatfinal tercatat PSIS Semarang dan PS Barito Putera dari Grup A.

Kemudian, Persija Jakarta dan PSM Makassar sebagai wakil Grup B. Khusus Grup C masih bertanding mengingat dihuni oleh lima kontestan.

Meski langkah terhenti, Assanur ‘Torres’ Rijal dkk boleh tersenyum lebar.

Ya, mereka masih bisa membawa pulang hadiah sebesar Rp 350 juta.

Karena, dalam turnamen itu, setiap klub pemenang akan menerima hadiah Rp 150 juta.

Bila bermain imbang, maka memperoleh Rp 125 juta. Sementara bagi klub yang kalah masih mendapat Rp 100 juta.

Kendati tersingkir, pelatih, manajemen hingga kelompok suporter menyatakan puas dan berkesan atas perlawanan yang diberikan Agus Suhendra dkk.

Sejak awal perjuangan, anak-asuh Hendri Susilo sudah diprediksikan berat.

Pasalnya, mereka berada satu grup dengan dua klub bertabur bintang Liga 1, Bali United dan Persib Bandung.

Secara statistik, kedua tim juga tampil sangat berimbang baik dari shot on goal maupun shot off goal.

Persib mengawali keunggulan lewat gol Wander Luiz di menit 25 setelah menerima umpan dari Febri Hariyadi di sisi kanan.

Sundulan Wander Luiz ke tiang jauh gagal dijangkau oleh Fakhrurrazi Kuba.

Setelah 90 menit saling menyerang, Persiraja sempat membuka harapan di akhir laga.

Ya, Assanur “Torres” Rijal berhasil menyamakan kedudukan lewat gol sundulan di menit ke-90.

Gol ke-4 Torres yang berhasil keluar dari kawalan Nick Kuippers, membuat Teja Paku Alam mati langkah.

Gol itu sempat membuat Persiraja memiliki asa.

Sayangnya, skor 1-1 hanya bertahan selama 3 menit. Pada menit 90+3, Ferdinand Sinaga yang masuk di babak kedua berhasil mencetak gol kedua Maung Bandung.

Marka 2-1 bertahan hingga duel berakhir.

Pelatih Persiraja, Hendri Susilo menyampaikan selamat kepada Persib dan Bali United yang lolos ke babak delapan besar.

Menurutnya, pertandingan kedua tim sangat menarik karena saling menyerang. Meskipun Persiraja gagal menang dalam laga tersebut.

Menurutnya, sejak awal Persiraja memang main terbuka dan menekan saat lawan Persib.

Karena, hanya dengan cara itu Persiraja membuka peluang menang dan lolos ke babak delapan besar.

“Makanya tadi kebobolan di menit-menit akhir ya biasa saja, karena kita memang mainnya terbuka,” tutup Hendri. (Serambi News)