Chemistry Jadi Faktor Utama Arema FC Tak Maksimal di Piala Menpora

Siswantoro menyebut bahwa sisi chemistry alias keterpaduan antar pemain menjadi faktor utama atas penyebab Arema FC bermain tak maksimal selama gelaran Piala Menpora 2021.

Kesimpulan itu ditarik tim pelatih Arema FC setelah menggelar program evaluasi, terutama mencari penyebab di balik rangkaian hasil buruk yang diraih tim Singo Edan sepanjang babak penyisihan grup turnamen.

Untuk diketahui kembali, Arema FC berada di urutan terbawah klasemen Grup A Piala Menpora dengan hanya meraih satu poin. Sementara itu, dua tiket babak 8 besar diraih PSIS Semarang dan Barito putera yang memuncaki klasemen dengan 7 dan 5 poin.

“Kalau melihat kondisi tim di Piala Menpora, chemistry antar pemain terlihat masih kurang,” ujar Siswantoro, salah satu anggota staf kepelatihan Arema FC pada latihan Sabtu (03/04/21).

Akan tetapi, kesimpulan itu merujuk pada skema permainan tim di atas lapangan hijau. Sementara perihal hasil akhir, sudah berada pada urusan yang lain.

“Sepak bola ya begitu, ada menang, kalah atau seri. Kami menciptakan gol, tapi juga kemasukan gol,” sambung eks pelatih Persekam Metro FC tersebut.

Setelah menyimpulkan perihal chemistry yang kurang maksimal, tim pelatih Arema FC kemudian menarik asumsi ke belakang, bahwa mepetnya waktu persiapan memang cukup berpengaruh terhadap urusan kerja sama tim.

“Hanya punya waktu sekitar empat sampai lima hari setelah menunggu pemain inti dari tim nasional. Ya cukup mepet,” ucap Siswantoro lagi.

Kendati di sisi lain, tim pelatih juga sudah menggenjot kondisi fisik pemain agar bisa sejajar, terutama pemain lokal yang menggelar persiapan selama satu bulan di Malang.

“Kalau kondisi fisik, kami sebenarnya tidak kalah dengan tiga kontestan lain (di Grup A). Kembali lagi, masalah hasil,” tutup dia.

Meski tersingkir dari Piala Menpora, Arema FC tetap melanjutkan agenda mereka dengan menggelar latihan, dengan tujuan menjaga kondisi fisik dan kebugaran pemain.