Korban Piala Menpora, Striker Timnas Indonesia Menepi Empat Pekan

Striker Arema FC, Kushedya Hari Yudo, dipastikan menepi selama empat pekan akibat cedera yang dialaminya pada Piala Menpora 2021.

Hal itu diungkapkan oleh dokter tim Arema FC, Nanang Tri Wahyudi, setelah memeriksa lebih lanjut kondisi Kushedya Hari Yudo.

“Yudo barusan kami cek lagi, dia mengalami cedera otot paha depan sebelah kiri. Perkiraan empat minggu untuk pemulihan, ada robekan pada otot pahanya,” kata dokter Nanang.

Striker timnas Indonesia itu menjadi korban pada matchday terakhir Grup A Piala Menpora 2021 saat Arema kalah dari PSIS Semarang.

Yudo yang masuk pada awal babak kedua, harus ditarik keluar setelah belum lama berada di lapangan. Sebuah insiden tabrakan membuat Yudo mengalami cedera otot paha.

Pemeriksaan sudah dilakukan dokter Nanang pascainsiden yang dialami Yudo, dan sudah dilakukan penanganan lebih lanjut. Menurut Nanang, ada robekan pada otot paha depan kaki kiri pemain asli Malang, Jawa Timur, tersebut.

Pada sesi latihan Arema, Sabtu (3/4/2021) pagi, Kushedya Hari Yudo tampak hadir, tetapi tak mengenakan jersey latihan.

Dokter Nanang menyebut, saat ini pemilik nomor punggung 99 di Arema FC itu harus istirahat total sebelum menjalani pemulihan.

Untuk pemulihan Yudo, dokter Nanang menyerahkannya pada sport therapist dan fisioterapis Arema FC.

Namun, menurutnya, cedera Yudo ini tergolong ringan, sehingga tak perlu tindakan seperti operasi.

“Terapinya biasa saja, istilahnya konservatif, atau tindakan non-operatif. Hanya penguatan saja bersama fisio kami,” dokter Nanang melanjutkan.

Sementara Muhammad Rafli yang sebelumnya mengalami cedera pada lututnya, sudah tampak berlatih normal bersama tim.

Sedangkan penjaga gawang Kurniawan Kartika Ajie berlatih di tepi lapangan bersama fisioterapis, meski juga mengikuti beberapa sesi latihan bersama pelatih kiper Felipe Americo.

“Rafli sudah mulai adaptasi lapangan, Ajie juga, tapi dia butuh waktu tiga-empat bulan lagi. Kalau latihan bisa, tapi kalau game belum. Kalau latihan kan masih terkontrol, tapi kalau ikut game belum direkomendasikan, karena ada gerakan-gerakan eksplosif kiper yang masih riskan dilakukannya. Kondisinya masih 70-80 persen,” dokter Nanang memungkasi. (skor.id)