Persiraja Dihukum Gaya Mainnya Sendiri

Banda Aceh harus tersingkir dramatis dari usai dikalahkan Bandung. Persiraja kalah gara-gara terlalu main menyerang.

Persiraja butuh kemenangan saat menghadapi Persib di laga terakhir Grup D di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (2/4/2021) dinihari WIB, untuk bisa lolos. Sementara Persib cukup bermain imbang untuk menemani yang lebih dulu melaju ke perempatfinal.

Maka dari itu Persiraja bermain menyerang sejak menit awal dengan menekan pertahanan Persib. Persib yang ditekan malah unggul duluan lewat pada menit ke-22.

Persiraja lantas menghidupkan asa menyamakan skor di menit ke-90 lewat . Dengan skor 1-1, Persiraja langsung membombardir pertahanan Persib karena cuma butuh satu gol lagi untuk lolos.

Tapi, memupus harapan itu lewat gol di menit ke-93 yang memberikan kemenangan 2-1 untuk Persib Bandung. Alhasil, Persiraja harus puas finis ketiga dengan tiga poin, sementara Persib jadi juara grup dengan tujuh poin.

Pelatih Persiraja memuji perjuangan anak asuhnya yang tak menyerang meski peluang lolos terbilang tipis. Hal ini memang sudah direncanakan sejak awal.

“Saya pikir pertandingan sangat menarik, artinya kita jual beli serangan. Terlepas dari Persiraja bisa mengembangi Persib Bandung,” kata Hendri seusai laga.

“Memang kita berharap kita harus curi poin. Kita sudah sepakat main terbuka untuk melayani permainan Persib, mungkin banyak yang kaget. Karena kita berencana ambil poin kemenangan yang bisa membuat kita lolos,” sambungnya.

Soal gol di menit akhir, Hendri tak ambil pusing. Sebab itu konsekuensi dari permainan terbuka yang dilakukan Persiraja.

“Ya kalau memang kebobolan di akhir menurut saya biasa saja karena kita main sangat terbuka,” sebutnya.

Kendati tersingkir, Assanur Rijal ‘Torres’ masuk jajaran topscorer Piala dengan empat gol.

“Saya kenal Torres sejak lama, saya pikir anak ini luar biasa. Mudah-mudahan bisa terus berkembang,” pungkasnya.

Berita Terkait