Sempat Unggul tapi Akhirnya Kalah dari Persija, Pelatih Bhayangkara Solo FC Terheran-heran

Pelatih Paul Munster heran timnya bisa kalah dari . Meski tampil mendominasi, The Guardian akhirnya harus tersingkir dari ajang Piala karena kesalahan yang dibuat sendiri.

Bhayangkara Solo FC sebenarnya hanya membutuhkan satu poin untuk lolos ke babak 8 besar. Mereka bahkan sempat di atas angin ketika unggul lebih dulu lewat gol Ezechiel Ndouasel menit ke-27.

Tapi, kesalahan pemain Bhayangkara Solo FC harus dibayar mahal. Mereka harus kebobolan dua kali di babak kedua lewat gol (52’) dan (79’).

Kekalahan tipis 1-2 di itu membuat posisi Bhayangkara Solo FC merosot ke peringkat tiga klasemen Grup B. Mereka terpaut dua poin dari yang berada di puncak dan satu poin dari Makassar yang berada di posisi dua.

“Ini salah satu pertandingan yang mengherankan,” kata Munster seusai laga.

“Di babak pertama kami mendominasi dan mencetak gol. Di babak kedua, ketika kondisi pemain menurun, kami harus melakukan pergantian.

“Lalu kami kebobolan dua gol karena kesalahan sendiri. Satu dari pelanggaran menghasilkan free kick, kedua dari clearance yang tidak sempurna. Jadi sebenarnya kekalahan ini berasal dari kesalahan kami sendiri.”

Tapi Munster tahu ini hanyalah turnamen pramusim. Pelatih asal Irlandia Utara itu sekarang fokus untuk membenahi berbagai kekurangan yang ada. Harapannya, jika Liga 1 dimulai pertengahan tahun 2021, para pemain benar-benar dalam kondisi siap.

“Kami akan tetap menjaga kebugaran pemain, karena bisa dilihat tadi beberapa pemain keluar dalam posisi cedera.

“Tapi ingat ini masih dalam masa pramusim, saya anggap ini masa persiapan. Setiap tim hanya memiliki waktu satu atau dua minggu untuk mempersiapkan tim, dan mulai berlaga di pertandingan yang jedanya tiga atau empat hari sekali.

“Kedepan (fokus) kami tetap meningkatkan kebugaran pemain.”

Berita Terkait