Skema Taktik Juventus Gagal Digunakan Persita Saat Lawan Persib

Pelatih Persita Tangerang, Widodo C. Putra, mengatakan bahwa kecerdikan pemain Persib Bandung membuat pertahanan Pendekar Cisadane kedodoran.

Persita Tangerang harus mengaku keunggulan Persib Bandung setelah menelan kekalahan 1-3 dalam laga lanjutan Grup D Piala Menpora 2021, yang bergulir di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Senin (29/3/2021).

Pelatih Persita Tangerang memberikan ucapan selamat ke Persib Bandung setelah meraih kemenangan perdana di laga penyisihan Grup D Piala Menpora ini.

Di balik pujian yang diberikan kepada Persib, Widodo C. Putra mulai membeberkan bagaimana anak asuhnya harus menelan kekalahan dilaga tersebut.

Menurut Widodo, persiapan anak asuhnya untuk melawan Persib cukup matang.

Persita juga telah mempersiapkan strategi untuk menghadapi laga tersebut.

Widodo mencoba memakai formasi tiga bek seperti klub-klub Italia, salah satunya Juventus.

Juventus gemar menggunakan skema taktik tiga bek dalam pertandingan.

“Memang kami di babak pertama kami menerapkan 3-5-2 berharap bisa menahan mereka (Persib) dulu baru nanti di babak kedua baru kami akan menyerang,” ujar Widodo dalam jumpa pers seusai pertandingan.

Namun, strategi dan rencana yang dilakukan Persita ternyata tak bisa berjalan sesuai rencana.

Bahkan pertahanan Persita rapuh karena para pemain tak mampu menghalangi kecerdikan yang ditunjukkan penyerang Persib.

Tidak bisa mengontrol pemain tim berjulukan Maung Bandung itu yang membuat Persib sangat rapuh dipertahanan.

Meski begitu, menurutnya para pemain tetap menunjukkan perkembangan pada perubahan strategi di babak kedua dan ia menilai itu sebagai langkah bagus.

“Tapi ya memang kecerdikan dari pemain Persib ini yang tidak bisa kita jaga, kami kontrol. Sehingga akhirnya dibabak pertama kita udah kehilangan poin,” ucap Widodo.

“Di babak kedua kami ada perubahan walaupun kami kalah tetapi itu sangat positif untuk perkembangan tim ini menuju ke Liga 1,” katanya.

Selain itu, menurut mantan pemain Persija Jakarta itu, kerapuhan tim terjadi karena memang masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki oleh tim.

Lini Pertahanan dan juga beberapa skill dan kemampuan individu pemain yang akan lebih diperhatikan oleh Widodo ke depannya.

“Ya memang organisasi saat kapan kita kehilangan bola itu yang masih kita perlu diperbaiki. Seperti yang saya sebutkan tadi, didalam permainan tentu ada beberapa pemain yang memang masih harus ditingkatkan lagi skil individu dan kemampuan individu,” tuturnya.

Dengan hasil yang didapatkan Persita ini harus membuat mereka tersingkir dari Piala Menpora 2021.

Hal ini karena di pertandingan pertama juga menelan kekalahan dari Persiraja Banda Aceh, dengan skor 3-1.

Sehingga saat ini Pendekar Cisadane, menduduki juru kunci klasemen, dengan nol poin.