Aremania Kembali Suarakan Arema Satu Melalui Forum Diskusi

Aremania yang tergabung ke dalam gerakan Make Malang Great Again (MMGA), kembali menyuarakan misinya yaitu Arema Satu melalui forum diskusi di Balai Kota Malang, Senin (29/03/21).

Dalam forum yang berlangsung sekitar dua jam itu, sebagian Aremania MMGA meminta peran serta wakil rakyat dalam menampung aspirasi mereka, agar dualisme yang menimpa klub Arema segera berakhir.

Aksi ini sebagai lanjutan dari kedatangan mereka saat Kongres Luar Biasa PSSI Asprov Jatim di Surabaya, Sabtu (27/03/21) lalu. Aremania MMGA menitipkan misinya kepada La Nyalla Mattalitti, yang tak lain adalah eks Ketua Umum PSSI periode 2015-2016 lalu.

“Kami meminta PSSI melalui Wali Kota Malang (Sutiaji) untuk menetapkan keputusan agar dualisme Arema segera berakhir,” kata Sinyo, perwakilan Aremania MMGA pasca diskusi.

Bagi sebagian Aremania, Singo Edan masih dilanda dualisme klub sejak terpecah pada 2011 silam. Sebelumnya, aksi serupa juga telah dilakukan dengan misi yang sama.

“Kami berikan waktu 3 x 24 jam untuk memenuhi tuntutan itu. Kalau tidak, aksi sepeti ini akan terus berjalan,” sambung dia.

Seperti saat ditemui Sutiaji pada Senin (16/11/20) lalu, Aremania MMGA meminta wakil rakyat untuk mengakomodir keinginan menggelar forum diskusi bersama para pengisi jabatan di Yayasan Arema, seusai data Kementerian Hukum dan HAM.

Gagal Turun ke Jalan

Pada aksi kali ini, Aremania MMGA sebenarnya ingin menyuarakan aspirasi dengan turun ke jalan. Long march menjadi kegiatan utama mereka, agar masyarakat Kota Malang mengetahui adanya dualisme di dalam Arema.

Namun dengan pertimbangan keamanan, pihak kepolisian enggan menerbitkan izin tersebut, yaitu aksi long march dari dan ke Stadion Gajayana dengan memutar balik di Alun-Alun Tugu tepat di depan Balai Kota Malang.

“Kami mengakomodir sikap kepolisian yang membatalkan aksi damai tadi,” tandas Sinyo.

Kendati demikian, keinginan Aremania MMGA untuk menyuarakan aspirasinya mendapat perhatian. Sekretaris Daerah Kota Malang bersama jajaran kepolisian, membuka forum diskusi dengan 20 orang perwakilan massa aksi di Balai Kota.