Pelatih Arema FC Minta Pemain Tampil Tanpa Beban Lawan PSIS Semarang

Karteker pelatih Arema FC Kuncoro meminta pemain tidak terbebani untuk merebut tiket perempat-final kala menjalani laga pamungkas Grup A turnamen pramusim Piala Menpora 2021 melawan PSIS Semarang di Stadion Manahan Solo, Selasa (30/4).

Kuncoro mengatakan, pemain merasa terpukul dengan kekalahan dari Barito Putera. Kuncoro tidak menginginkan Arema hanya menjadi penonton di laga ini, dan berusaha mengambil peluang yang cukup tipis tersebut.

Tim pelatih berharap kali ini penggawa Arema lebih tenang dalam menyelesaikan peluang, sehingga mereka menjadi tim produktif. Dari dua pertandingan, Arema baru mengemas dua gol.

“Memang sempat shock selama satu hari kemarin setelah lawan Barito. Tapi saya bilang ke anak-anak kalau kami masih punya kesempatan. Kan penentuannya sekarang, cuma bedanya sekarang agak berat, karena kami harus menang. Saya minta anak-anak untuk tidak lagi memikirkan laga kemarin,” tutur Kuncoro.

“Kemarin kami sudah perhatikan masalah finishing. Kondisi pemain yang capai membuat otak jadi sulit (berkonsentrasi). Jadi saya tekankan kepada anak-anak untuk enjoy saja. Mudah-mudahan peluang yang kemarin gagal bisa jadi gol untuk laga besok.”

Arema memang mempunyai peluang untuk lolos, mengingat Piala Menpora menggunakan sistem head-to-head. Jika mampu menjinakkan PSIS, setidaknya dengan skor 1-0, Arema tinggal berhitung dengan Barito Putera atau TIRA Persikabo. Satu keuntungan lainnya, laga Arema kontra PSIS berlangsung setelah duel Barito Putera dengan TIRA Persikabo.

Saat ini PSIS memuncaki klasemen sementara setelah mengumpulkan nilai empat, sama dengan yang diperoleh Barito Putera. Sedangkan Arema yang baru mengoleksi nilai satu menduduki peringkat ketiga. Koleksi poin ini sama dengan TIRA Persikabo yang berada di posisi terbawah.

“Dari awal saya bilang tiga tim ini semuanya bagus, tidak ada yang terlalu wow. Artinya semua tim memiliki kondisi yang sama. Kalau menang peluang lolos tentu semakin besar karena ini sistemnya head-to-head,” kata Kuncoro.

“Saya tidak akan membebani untuk menang 3-0, yang penting menang, sudah itu saja. Kami harus bekerja keras, itu yang saya tekankan kepada anak-anak. Intinya peluang tipis tetap harus dimanfaatkan, meski sangat berat.”

Tekad merebut tiket ke fase grup juga dilontarkan Dendi Santoso. Menurutnya, Arema bisa melewati masa sulit untuk tetap bertahan di turnamen pramusim. Dendi meyakini Arema dapat menundukkan PSIS.

“Kami berusaha semaksimal mungkin dulu. Masalah hasil atau harus menang berapa pun itu selisih golnya, yang penting maksimal dulu. Kami tidak terbebani harus menang dengan jumlah gol. Kami juga sudah pernah mengalami situasi seperti ini, jadi kami bisa menyelesaikan masalah ini,” ucap Dendi.