Pelatih Ansan Greeners Nilai Asnawi Mangkualam Bahar Bisa Lebih Hebat Dari Pemain Vietnam

Pelatih meyakini bek asal Bahar dapat memperlihatkan performa lebih baik lagi di masa mendatang setelah menjalani debut di kompetisi sepakbola Korea Selatan, Minggu (28/3).

Gil-sik mempertahankan Asnawi untuk tampil sepanjang pertandingan ketika mengalahkan klub 4, Yangpyeong FC, Minggu (28/3), dengan skor 1-0 di kandang pada laga babak kedua Piala FA.

Gil-sik mengatakan, kualitas Asnawi tidak jauh berbeda dibandingkan pemain Korsel. Menurutnya, kualitas bek berusia 21 tahun ini bisa melebihi pemain yang pernah berkarir di Negeri Ginseng, seperti Luong Xuan Trưong.

Ketika memperkuat Incheon pada musim 2016, Truong hanya tampil di empat laga. Tahun berikutnya, Truong cuma bermain di tiga laga kala dipinjam Gangwon FC. Sedangkan kompatriotnya, Nguyen Cong Phuong bermain di delapan pertandingan saat dipinjam Incheon pada 2019.

“Asnawi tetap membutuhkan waktu untuk adaptasi di Korea. Dia akan menjadi pemain yang lebih bagus dibandingkan Truong jika dapat beradaptasi dengan kecepatan, dan bisa menyatu dengan rekan-rekannya. Asnawi mempunyai kekuatan seperti pemain Korea. Jika dia bisa berkembang lagi, saya akan melihat sosok pemain bagus di pada masa mendatang,” tutur Gil-sik dikutip laman Sports-G.

Gil-sik menambahkan, ia memang telah menginstruksikan agar Asnawi tidak terlalu mudah naik membantu serangan di babak pertama, karena ia perlu menyesuaikan diri dengan permainan tim. Gaya bermain Asnawi itu selanjutnya diubah di babak kedua, dengan meminta sang pemain tampil lebih agresif.

“Saya meminta Asnawi agar bisa menahan diri, karena ini merupakan waktunya untuk beradaptasi. Kami bukan tim kuat, jadi saya menginginkan kestabilan terlebih dulu. Di lain sisi, karakter permainan Asnawi adalah cenderung agresif,” jelas Gil-sik.

“Di babak kedua, saya mengubahnya 360 derajat, dan meminta dia lebih agresif. Saya kira permainan Asnawi akan lebih baik di pertandingan berikutnya. Asnawi tidak jauh berbeda dengan pemain Korea dari segi kecepatan dan semangat juang. Menurut saya, dia akan bisa lebih baik bila sudah menyatu dengan gaya permainan kami.”

Keberhasilan mengalahkan Yangpyeong membuat Ansan akan menghadapi klub K League 2 lainnya, Chungnam Asan, di babak ketiga. Gil-sik menegaskan, ia tetap memainkan pemain utama demi mewujudkan ambisi melangkah lebih jauh di Piala FA.

“Memang benar klub K League 2 sangat fokus di Piala FA, karena klub K League 1 akan lebih terbagi konsentrasinya. Tahun ini saya ingin maksimal di Piala FA, kecuali jika ada pemain cedera. Saya sangat lapar juara. Buat saya, lawan tim manapun tidak ada masalah, karena kami selalu melakukan persiapan bagus untuk Piala FA,” beber Gil-sik.

“Biasanya tim yang berada di divisi bawah selalu memperlihatkan performa mengejutkan di Piala FA. Kami juga tidak tahu lawan yang akan dihadapi, tapi kami menjadikan ini sebagai sebuah tantangan.”

Berita Terkait