Momen Kocak Konferensi Pers Asnawi Mangkualam di Ansan Greeners: Juru Bahasa Terjemahkan Sambil Momong Anak

Momen kocak terjadi pada konferensi pers Mangkualam bersama setelah pertandingan babak kedua Piala FA Korea Selatan (Korsel) kontra Yangpyeong FC di Stadion Ansan Wa, Minggu (28/3/2021).

Sebagai pemain debutan, Ansan Greeners menghadirkan pada sesi jumpa pers tersebut. Namun, prosesi tanya jawab dengan wartawan ini tidak berjalan mulus karena penerjemah bek berusia 21 tahun itu tidak datang ke lokasi.

Ansan Greeners sempat cemas dengan absennya juru bahasa dari Asnawi Mangkualam itu. Sebab, pihak klub tidak memiliki penerjemah pengganti.

Sebetulnya, Ansan Greeners mempunyai penafsir bahasa Inggris. Namun, Asnawi Mangkualam disebutkan belum mampu mencernanya dalam konferensi pers dengan fasih.

Ansan Greeners akhirnya mampu untuk menyiasati konferensi pers berlangsung sesuai jadwal. Interpretator Asnawi Mangkualam akan menerjemahkan bahasa sang pemain ke dalam bahasa Korea Selatan melalui sambungan telepon.

Sambil Mengasuh Anak

Cara itu ternyata tidak melancarkan proses konferensi pers, melainkan sebaliknya. Translator Asnawi Mangkualam tak bisa fokus mengerjakan tugas karena sambil mengasuh anaknya.

“Maaf, saya harus memantau anak saya sekarang. Saya hampir tidak bisa menerjemahkan karena ada anak saya,” kata juru bahasa Asnawi Mangkualam, yang diakhiri dengan menutup sambungan telepon, dinukil dari media Korea Selatan, Sports-G.

Konferensi pers Asnawi Mangkualam sempat tertunda beberapa saat.

Untungnya, manajemen Ansan Greeners tidak patah arang. Pihak klub berhasil menemukan penafsir baru. Namun, translator itu hanya akan menerjemahkan melalui sambungan telepon.

Masalah kembali muncul ketika interpretator baru itu tidak mengerti istilah sepak bola. Dia tidak memahami apa itu umpan crossing dan lain-lain. Asnawi Mangkualam digambarkan frustrasi karena kejadian ini.

Menerjemahkan Sendiri

Konferensi pers akhirnya dilanjutkan. Namun, sesi jumpa pers itu tidak berlangsung mulus karena ketidaktahuan juru bahasa terhadap kosakata sepak bola.

Asnawi Mangkualam juga terlihat bingung mencerna pertanyaan dari wartawan yang telah diterjemahkan oleh translator tersebut.

Kesabaran Asnawi Mangkualam mulai habis. Dia mengeluarkan ponselnya untuk menerjemahkan pertanyaan jurnalis secara mandiri dan disampaikan kepada staf klub yang mendampinginya.

Sebelumnya, Ansan Greeners mengangkat penerjemah paruh waktu untuk Asnawi Mangkualam. Namun, interpretator tersebut tidak bisa hadir dalam pertandingan melawan Yangpyeong FC karena telat mengikuti tes COVID-19.

Saat ini, Ansan Greeners sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatan. Pasalnya, pihak klub baru saja menemukan kasus positif COVID-19 di dalam tim.

Berita Terkait