Shin Tae-Yong Minta Dipulangkan Ke Korea Selatan

Kabar bagus dari pelatih , , yang sempat mengidap penyakit Covid-19 dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari karena virus asal Wuhan tersebut.

mengonfirmasi bahwa kondisi dari Tae-yong telah membaik bahkan hasil swab PCR terakhir mantan pelatih timnas Korea Selatan itu sudah menunjukkan negatif Covid-19.

Tae-yong pun telah meminta kepada PSSI untuk bisa pulang ke negara asalnya, Korea Selatan, setelah kondisinya berangsur membaik dan bisa meninggalkan rumah sakit.

PSSI pada dasarnya tidak masalah untuk mengizinkan Tae-yong pulang ke negaranya, dan memahami keinginan sang pelatih. Apalagi, Tae-yong sudah sembuh dari Covid-19 dan tidak merasakan keluhan.

“Keinginan Shin Tae-yong untuk pulang ke Korea Selatan karena keinginannya sendiri serta keluarganya, dan kami telah membuat kesepakatan bersama,” ungkap pelaksana tugas sekretaris jenderal PSSI, .

“PSSI setuju dan sama sekali tidak melarang keinginan pelatih Shin Tae-yong untuk sementara kembali ke Korea Selatan. Apalagi yang bersangkutan hasil swab-nya negatif. Saya kira ini bagus buat dia. Bisa jadi dia rindu dengan keluarga ya,” tutup Yunus menambahkan.

Seperti diketahui bahwa Tae-yong terserang virus corona dan kabarnya menyeruak pekan lalu. PSSI sempat membantah, namun akhirnya menginformasikan hal tersebut sambil memastikan Tae-yong mendapat perawatan terbaik.

Tae-yong sendiri sempat masuk High Care Unite (HCU) karena gejalan yang ia dapatkan cukup berat. Namun kini, Tae-yong sudah tidak merasakan sesak nafas, demam, serta memiliki tekanan darah yang normal.

Selain Tae-yong, beberapa stafnya di tim kepelatihan timnas juga sempat terkonfirmasi virus corona, namun tidak mengalami gejala yang berat seperti Tae-yong. Dengan keputusan Tae-yong yang ingin pulang, maka ia tak akan hadir pada .

sebagai asisten pelatih timnas Indonesia menjalani tugasnya sebagai deputi dari Tae-yong, dan telah hadir menyaksikan laga Piala . Hal ini dimaksudkan untuk memantau perkemabangan pemain, dan melihat pemain yang potensial untuk timnas.

“Saya pergi ke Bandung untuk melihat para pemain agar bisa setia pada pekerjaan saya. Saya berharap semua pemain lebih aktif secara mental, fisik, dan taktik. Tempo permainannya terlalu lambat. Sepertinya ada kebutuhan untuk membuat kemajuan dengan menggunakan metode ilmiah,” ucap Jae-hong.

Berita Terkait