Sampai ke Mahkamah Agung, Begini Sengketa Hak Cipta Logo PSMS Medan

Lama tak terdengar, sengketa hak cipta nama dan logo PSMS Medan akhirnya semakin jelas. Bahkan sengketa ini sudah sampai ke ranah Mahkamah Agung.

Kuasa hukum PT. Kinantan Medan Indonesia yang menaungi klub PSMS saat ini, Bambang Abimanyu, didampingi penanggungjawab sekaligus Manajer tim PSMS, Mulyadi Simatupang, dan Sekertaris klub PSMS, Julius Raja, ia merincikan kronologi perkara hak cipta ini.

Bambang menyebut seorang bernama Syukri Wardi dari PT. PeSeMeS Medan telah mendaftarkan hak cipta nama dan logo PSMS Medan ke Dirjen HAKI Kemenkumham pada Agustus 2013 silam.

“Dari situ dia menyatakan sebagai pencipta logo itu dan dia. Dia mengklaim PSMS berdiri 1980. Dari sini sudah salah dan anehnya juga bagaimana bisa orang yang lahir 1960-an mengklaim pencipta logo itu di mana PSMS itu berdiri tahun 1950,” ucapnya, kepada awak media, di Sekertariat PSMS Komplek Stadion Mini Kebun Bunga, Medan, Jumat (26/03/21).

“Lalu di saat PSMS semakin maju dan berkembang, datanglah surat ke manajemen PSMS berupa somasi bahwa manajemen PSMS wajib membayar 6 milyar rupiah, kalau mau pakai nama dan logo PSMS,” lanjutnya.

Maka dari itu, kata Bambang, manajemen PSMS mengajukan gugatan kepada Syukri Wardi ke Pengadilan Negeri Medan di 2019. Saat itu putusan dinyatakan NO, di mana gugatan pemohon tidak terima dan eksepsi termohon ditolak.

“Setelah itu kita melakukan upaya hukum lagi ke Pengadilan Niaga Medan, dan dalam putusan tersebut bahwa nama dan logo PSMS itu milik PSMS bukan milik individu atau pihak tertentu. Di mana dalam putusan tersebut dia disebut tidak memiliki etikat baik dalam hak pencipta dan dibatalkan ciptaannya,” tegasnya.

Kasasi ke Mahkamah Agung

Karena kurang puas atas putusan itu, lanjut Bambang, Syukri Wardi juga melakukan pelaporan ke Polda Sumut dan melakukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA) dan setelah mengikuti beberapa kali persidangan akhirnya selama setahun lebih keluarlah putusan di mana kasasi tersebut ditolak MA.

“Dengan putusan yang mengikat tersebut, hak cipta nama dan logo PSMS itu bukan milik Syukri Wardi lagi,” tegas Bambang.

“Tidak sampai di situ, kami berbalik melaporkan Syukri Wardi ke Polda Sumut atas dugaan laporan palsu dan sudah naik ke tingkat penyidikan. Dan belum lama ini saya juga dapat kabar bahwa dia dua kali mangkir di panggil Polda Sumut,” pungkasnya.