PSIS Semarang Menang Karena Belajar Dari Kesalahan

PSIS Semarang berhasil mengalahkan TIRA Persikabo, dengan skor 3-1, di Stadion Manahan, Solo, Kamis (25/3). Kemenangan tersebut didapatkan berkat evaluasi dari pertandingan melawan Barito Putera.

Saat melawan Barito Putera, PSIS sempat unggul tiga gol lebih dulu. Namun, Mahesa Jenar gagal meraih kemenangan karena Laskar Antasari, mampu menyamakan kedudukan setelah turun minum.

Tak mau kondisi serupa terulang, para pemain PSIS dituntut konsentrasi penuh ketika melawan TIRA Persikabo. Hari Nur Yulianto dan kawan-kawan juga diperintahkan meminimalisir kesalahan.

“Yang pasti kita bisa maksimalkan pemain pengganti dari pertandingan pertama. Kali ini kita bisa memaksimalkan mereka. Dari evaluasi, Alhamdulilah anak-anak bisa memperbaiki dan mengaplikasikan keinginan pelatih dengan baik,” kata asisten pelatih PSIS Imran Nahumarury, usai laga.

Imran, menggantikan pelatih PSIS Dragan Djukanovic di pertandingan tersebut. Sosok berusia 51 tahun tersebut tak bisa memberikan instruksi dari pinggir lapangan karena menerima kartu merah pada laga perdana.

Meski menang, Imran meminta para pemain PSIS tidak lupa diri. Ia menyebut Piala Menpora dijadikan untuk mengukur kemampuan seluruh armadanya sebelum kompetisi musim 2021 bergulir.

“Bukan hasilnya yang kami cari, tapi memberikan menit bermain kepada pemain muda. Kami ini satu skuad, PSIS bukan hanya 11 pemain saja yang main,” ujarnya.

Selain itu, Imran turut mengomentari performa Fandi Eko Utomo. Gelandang PSIS tersebut tampil memukau dalam pertandingan kontra TIRA Persikabo dengan cetak satu gol dan satu assist.

“Kita tahu Fandi pemain yang sangat berpengalaman dan bagus. Tetapi saya pikir semua pemain tidak dalam kondisi ideal. semangat juang yang mereka tunjukkan sungguh luar biasa. Fandi Eko bermain sangat luar biasa dalam dua pertandingan ini. Tetapi, itu juga berkat support dari pemain lainnya,” ucapnya.

Persiapan PSIS untuk bermain di Piala Menpora, sebetulnya lebih pendek dibanding TIRA Persikabo. Akan tetapi, Imran menyatakan tidak terkejut dengan kemenagan yang diraih ini.

“Dua pekan ini kami memang tidak ada uji coba, tapi kami akali dengan tiga kali internal game. Saya lihat pemain sangat antusias meski tidak 100 persen kondisinya siap,” tuturnya.