Pentingnya Peran Pemain Muda dalam Sepakbola di Era Pandemi Covid-19

Pemain Persebaya Surabaya, Samsul Arif, membeberkan pentingnya keberadaan pemain muda dalam gelaran sepakbola di tengah pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 telah mengubah wajah .

Sebelumnya, sepakbola nasional sempat mati suri selama satu tahun lebih sejak Liga 1 2020 ditunda pada 15 Maret tahun lalu.

Pandemi Covid-19 yang makin menjadi-jadi pula yang membuat Liga 1 2020 akhirnya terpaksa dibatalkan pada Januari lalu.

Kini, sepakbola Tanah Air kembali menunjukkan geliatnya lewat gelaran 2021 yang telah dimulai sejak 21 Maret lalu.

Kekosongan kompetisi selama satu tahun lebih tentu membawa perubahan tersendiri bagi jalannya pertandingan di Piala Menpora 2021.

Hal yang paling kentara adalah fisik para pemain yang menurun jauh dibanding sebelum pandemi.

Penurunan kondisi pemain itu tentu sesuatu yang wajar, mengingat selama ini para pemain hanya melakukan latihan mandiri.

Para pemain di Indonesia baru intens menaikkan kebugaran lagi sekitar dua pekan sebelum Piala Menpora 2021 dimulai.

Namun, tugas lebih berat tampaknya dialami oleh Persebaya Surabaya kala melakoni laga kontra Persik Kediri, Selasa (23/3/2021).

Dalam laga yang digelar di , Soreang, Kabupaten Bandung itu, Bajul Ijo harus bermain dengan 10 pemain saja.

Penyebabnya adalah bek Persebaya, , mendapat kartu kuning kedua sekaligus kartu merah pada menit ke-35.

Pilar timnas U-19 Indonesia itu diganjar kartu merah usai melanggar pemain Persik,Fariz, di sisi tengah lapangan.

Praktis, Persebaya harus bermain dengan jumlah pemain yang timpang hingga akhir laga.

Di luar dugaan, Persebaya justru berhasil mengalahkan Persik dengan skor 2-1.

Gol penalti Andri Ibo pada menit ke-63 dibalas dua gol penalti Samsul Arif pada menit ke-66 dan 71′.

Seusai laga, Samsul Arif membeberkan rahasia timnya bisa bermain apik selama 90 menit dengan 10 pemain saja, ditambah kondisi fisik yang belum bugar 100 persen.

Menurutnya, hal itu tak bisa dilepaskan dari peran penting pemain muda Persebaya.

Dalam laga tersebut, memang memasukkan sejumlah pemain muda seperti Rizky Ridho, Koko Ari, Supriadi, hingga Akbar Firmansyah.

Menurut Samsul, keberadaan pemain muda memberikan banyak ruang bagi para pemain senior Bajul Ijo untuk menyimpan tenaga.

“Yang pertama memang sentuhan bola saya sendiri terasa mulai lagi dari 0,” ucap Samsul Arif dalam jumpa pers virtual, Selasa (23/3/2021) malam WIB.

“Kita tahu pertandingan tadi keras, tetapi Alhamdulillah, dibantu pemain-pemain muda, 90 menit tidak terasa bagi saya.”

“Kita tahu para pemain kami mobile, banyak sekali overlap, oper bola ke depan, saya pikir saya dibantu dan lebih mudah dengan adanya pemain muda di tim,” tutur Samsul Arif.

Dalam kesempatan yang sama, Aji Santoso juga menjelaskan alasannya cukup banyak memainkan pemain-pemain muda.

Mantan pelatih itu memang berniat memberi jam terbang lebih banyak kepada para pemain muda dalam gelaran turnamen pramusim kali ini.

Sehingga, jika nanti Liga 1 2021 dimulai, para pemain muda itu bisa mengejar kemampuan para seniornya.

“Saya sudah menyampaikan bahwa saya akan banyak memberi jam terbang kepada pemain muda di turnamen ini,” kata Aji Santoso.

“Tadi ada Supri (Supriyadi), Akbar (Akbar Firmansyah), Kemal (M Kemaluddin). Ini pemain-pemain muda yang menurut saya punya masa depan cukup bagus, tetapi tetap harus disiplin dan kerja keras.”

“Saya sampaikan kepada semua pemain harus tetap kerja keras untuk dapat pemain bagus,” tandasnya.

Kemenangan 2-1 membawa Persebaya menempati peringkat kedua di klasemen sementara Grup C.

Peringkat pertama ditempati oleh Madura United yang juga meraih kemenangan 2-1 atas Sleman.

Berita Terkait