Profil Farshad Noor, Produk PSV Calon Jenderal Lini Tengah Persib

Bandung berhasil merampungkan kesepakatan bersama Farshad Noor.

Kapten timnas Afganistan itu resmi menjadi bagian dalam skuad Persib musim 2021. Farshad Noor diperkenalkan sebagai pemain anyar klub berjulukan Maung Bandung itu pada Minggu (21/3/2021).

Masuknya Farshad melengkapi komposisi pemain asing di skuad Persib musim 2021.

Sebelumnya, satu slot pemain asing Asia di skuad Maung Bandung terbuka setelah Omid Nazari memutuskan hengkang dari Persib pada akhir Februari lalu.

Nazari memilih tidak melanjutkan kariernya di Persib karena kondisi kompetisi sepak yang tak kunjung menemui titik terang karena wabah virus corona. Dia pun memilih kembali berkarier di bersama United City FC.

Sosok Farshad dinilai cocok untuk mengisi slot pemain asing Asia Persib, menggantikan Nazari. Sebab, pemain berusia 26 tahun itu juga berposisi sebagai seorang gelandang.

Selain itu, Farshad juga punya rekam jejak karier yang tak kalah mentereng dari Nazari.

Farshad lahir di Best, Belanda, pada 2 Oktober 1994, dari keluarga imigran asal Afganistan.

Farshad yang memang menyukai sepak bola sejak kecil pun memilih mengembangkan bakat olah bolanya bersama Wilhelmina Boys, sebuah klub lokal asal kota kelahirannya, Best.

Selama beberapa tahun menimba ilmu sepak bola di Wilhelmina Boys, bakat Farshad kemudian tercium oleh pemandu bakat dari klub ternama Belanda, PSV Eindhoven.

Pada 2004, Farshad pun resmi menjadi bagian dari PSV Eindhoven Youth atau tim akademi klub berjulukan Rood Witten itu.

Dari tahun 2004 sampai 2015, Farshad menjadi bagian dari tim lintas usia PSV. Dia pernah membela PSV U17, U19, hingga u21.

Sayangnya, ketika menapak jenjang karier di usia senior, dia gagal menembus skuad utama PSV. Farshad kemudian hengkang ke Roda JC.

Dilansir dari laman Transfermarkt.com, pada musim pertamanya bermain untuk Roda JC dalam Eredivisie 2015-2016, Farshad tampil dalam 12 pertandingan dengan membukukan satu assist. Pada musim berikutnya, dia hanya tampil dalam 17 laga bersama Roda JC.

Sebab, pada jendela transfer musim dingin 2016-2017, dia dipinjamkan ke -Leeuwarden, yang bermain di Keuken Kampioen Divisie (strata dua dalam piramida kompetisi Belanda). Sayangnya, hanya satu laga yang dimainkan Farshad bersama SC Cambuur.

Setelah masa peminjamannya di SC Cambuur berakhir, dia kembali ke Roda JC.

Akan tetapi, kontraknya tidak diperpanjang oleh Roda. Farshad kemudian memutuskan hengkang ke Swedia untuk bergabung bersama AFC Eskilstuna.

Hanya semusim bermain untuk Eskilstuna, Farshad pun memilih melanjutkan kariernya di Cyprus bersama Nea Salamis Fagusta pada musim 2017-2018.

Di Cyprus, dia banyak mendapatkan menit bermain. Farshad pun bertahan di klub tersebut selama tiga musim dengan membukukan 42 penampilan di kompetisi resmi.

Setelah menghabiskan tiga musim kariernya di Cyprus, Farshad pun melanjutkan petualangannya di Indonesia bersama pada musim 2021.

Di skuad Persib, Farshad disebut-sebut bakal menjadi suksesor Omid Nazari.

Akan tetapi, bila melihat sekilas karakter permainannya, Farshad cenderung bertipikal sebagai seorang gelandang box to box. Tentu berbeda dengan peran Nazari sebagai ball winning midfielder.

Mengacu pada perkiraan karakter permainannya, kemungkinan besar Farshad justru akan diplot untuk mengisi peran yang sebelumnya ditinggalkan oleh Kurniawan.

Sebab, selama memperkuat Persib, Kim kerap berperan sebagai gelandang box to box. Adapun peran yang ditinggalkan Nazari kemungkinan besar akan digantikan oleh Dedi Kusnandar yang punya karakter sebagai holding midfielder.

Meski begitu, Farshad juga bisa saja diandalkan Alberts untuk menggantikan peran Nazari. Sebab, kecenderungannya, pemain gelandang dengan tipikal box to box punya atribut yang komplet, baik dalam hal menyerang maupun bertahan.

Akan tetapi, ini baru perkiraan awal. Mengenai teknis permainan di dalam tim Persib hanya , selaku pelatih kepala yang paham dan mengetahuinya. (Kompas)

Berita Terkait