Timnas Putri Perkenalkan Sistem Baru dalam Menggelar TC

Pelatih timnas putri, Rudy Eka Priyambada, menerapkan sistem baru dalam membangun timnya untuk menatap SEA Games 2021. Tim pelatih menyebutnya sebagai sistem “keluar-masuk”.

“Sistem yang diterapkan pada TC kali ini berbeda dengan promosi degradasi. Tim pelatih menyebut sistem ini sebagai sistem keluar masuk pemain. Sistem ini memang berbeda dengan seleksi dan pemusatan latihan timnas sebelumnya, dimana biasanya kami memanggil pemain sebelum kompetisi atau berdasarkan kelompok usia,” kata Asisten Pelatih Timnas Yopie Riwoe, di laman resmi PSSI.

Sistem yang diterapkan tersebut untuk proyeksi tim jangka panjang. Jika sebelumnya para pemain dipanggil untuk mengikuti seleksi dan kemudian gugur atau degradasi sebelum kompetisi digelar, pada sistem ini pemain yang sudah dipulangkan bisa mendapat kesempatan untuk bergabung kembali dengan catatan disesuaikan dengan kebutuhan tim.

Sistem keluar masuk pemain ini sangat dimungkinkan terjadi saat seleksi dan TC timnas putri digelar. Para pemain yang dipulangkan saat TC masih berlanjut pun memiliki kesempatan untuk membenahi diri. Karena nantinya tim pelatih masih akan memantau dan memberikan kesempatan untuk bergabung kembali, jika pemain yang bersangkutan menunjukkan peningkatan yang signifikan
Sementara itu, memasuki pekan kedua seleksi dan TC timnas, Rudy Eka sudah memulangkan lima pemain. Mereka adalah Marseli asal Kalimantan Utara, Manda Prima asal Jawa Timur, Leni Maharani asal Banten, Serli Yuliani asal Jawa Barat, dan Nur Fajriah asal DKI Jakarta. Empat dari lima pemain yang dipulangkan itu merupakan pemain U-18 dan satu pemain senior.

Di sisi lain, tim pelatih memanggil lima pemain baru yang semuanya merupakan pemain U-18. Tiga nama berasal dari Jawa Barat, yakni Indrii Yulianti, Zhadya Aini Raysha Yushar, dan Echa Hanin Najwa. Dua lainnya ialah Amanda Florentinae asal Kalimantan Tengah serta Maura Adinda Malika asal Banten.

“Sistem keluar masuk pemain disesuaikan dengan kondisi. Misalnya turnamen terdekat yang akan dihadapi di level U-18, maka pemain yang banyak dipanggil adalah pemain untuk kebutuhan U-18. Kami juga akan memanggil para pemain yang masuk kategori senior namun kuotanya hanya disesuaikan 11 orang, karena kami fokus pada posisi-posisi yang harus diisi untuk tim U-18 supaya kebutuhan tim tercukupi,” ujar Yopie lagi.