Piala Menpora 2021, Kans Unjuk Gigi bagi Asisten Pelatih Arema FC

Piala Menpora 2021 tidak hanya ajang untuk membuktikan diri bagi pemain muda Arema FC tetapi juga ajang pembuktian asisten pelatih Kuncoro.

Keputusan manajemen untuk menunda perekrutan pelatih membuka jalan menunjukkan kapasitasnya.

General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, sempat mengungkapkan manajemen sudah mengantongi nama pelatih anyar Singo Edan.

Sehingga, pelatih yang dikabarkan mempunyai filosofi sepak bola Amerika Latin itu bisa melatih tim sewaktu-waktu.

Namun, selama pelatih baru tersebut belum datang, Kuncoro menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas kemudi kapal Arema FC.

“Kan ini test case untuk kompetisi, kalau lancar baru ada pelatih asing. Namun, kalau tiba-tiba ada skenario yang tidak diinginkan terjadi kan sayang sudah mengikat pelatih asing,” kata pelatih berusia 48 tahun.

“Itu pertimbangan manajemen.”

Legenda hidup Arema tersebut menegaskan siap jika memang manajemen memberikan kepercayaan.

“Tidak ada masalah, saya selalu siap. Kan ada pengalaman bersama Milomir Seslija dan pelatih-pelatih lainnya,” ujarnya.

Kuncoro sendiri masih mengantongi lisensi pelatih B AFC, tapi dari segi pengalaman tidak bisa dipandang sebelah mata.

Di antara tim pelatih, dia bisa dibilang orang yang paling tahu seluk beluk Singo Edan.

Ia punya pengalaman sembilan musim menemani Arema FC sebagai asisten pelatih.

Ia pun merasakan segudang pengalaman menemani banyak pelatih, mulai dari Milomir Seslija, Joko Susilo, Aji Santoso, Milan Petrovic, dan terakhir Mario Gomez.

Selain itu, dia juga bisa memahami karakter pemain dan kebutuhan Arema.

Tercatat ada beberapa pemain yang mengorbit dari kebiasaannya blusukan ke daerah Kabupaten Malang seperti Jayus Hariono dan Dedik Setiawan.

Pengalaman dan pengetahuannya membuat Kuncoro layak untuk diperhitungkan. Pemain pun sama sekali tidak keberatan pelatih yang biasa disapa Abah Kun memimpin tim.

“Kalau saya sih siapapun pelatihnya akan selalu menjalankan instruksi dari pelatih, baik itu lokal maupun asing. Kan sama saja tidak ada bedanya,” pungkas penyerang Arema FC, Dedik Setiawan.