Imbas Copotnya Logo Garuda, Seragam Ketiga Timnas Indonesia Ditarik

Apparel menarik jersey ketiga berwarna hitam buntut copotnya logo Garuda di beberapa pemain. Mereka mengirim seragam ketiga baru ke .

Kejadian copotnya logo Garuda terjadi di laga kontra Bali , di Stadion Madya, Minggu (7/3/2021). Copotnya logo Garuda diketahui saat Kushedya Hary Yudo merayakan gol yang dicetaknya ke gawang .

Dalam momen selebrasi, terlihat logo di dada kiri Kushedya hilang. Ternyata, bukan cuma logo di dada Kushedya saja yang hilang. Catatan Mills, total ada tiga pemain yang mengalami kejadian serupa.

Marketing communication MILLS Fachry Assegaff mengungkapkan bahwa itu terjadi karena faktor kesalahan produksi. Bukan karena seragam baru dibuat sebagaimana dugaan yang beredar.

“Itu teknis sih sebenarnya. Kalau dibilang mesin press tuh panel listrik itu nggak stabil. Jadi suhu panasnya nggak stabil. Kalau mau ngepress gitu kan ada tekanan, ada beban,” kata Fachry saat dihubungi detikSport.

“Misalnya nge-press segitu bebannya harus 3 kg atau 4 kg, misalnya, nah itu juga nggak stabil. Jadi (logo) nempelnya nggak sempurna. Ada tiga yang copot. Udah lama itu jersenya. Kami juga sudah menjual dari akhir tahun lalu,” ujarnya menjelaskan.

Seragam hitam yang dipakai dalam pertandingan itu merupakan kostum ketiga Timnas Indonesia. Mills dan PSSI merilis kostum itu pada 17 November 2020.

Ini merupakan kali pertama Timnas Indonesia punya seragam ketiga lagi. Terakhir kali punya jersi ketiga adalah pada 1998.

Sayang, saat dicoba untuk pertama kalinya malah kejadian logo copot. Mills pun meresponsnya dengan menarik semua jersey ketiga Timnas Indonesia dari PSSI.

“Nah bagaimana respons kami? Kami mengambil seluruh jersey kami, menarik semua jersey (ketiga) timnas dan kami inventaris ulang. Ditarik yang timnas saja,” tutur Fachry.

“So far so good. Kalau kejadian di customer juga yang sudah beli, harusnya ada komplain sejak mereka awal-awal beli. Makanya ini kejadian pertama,” ucapnya.

“Kami minta dikirimin lagi dari tim kesekretariatan PSSI yang versi hitam itu. Tapi ternyata ada faktor X tadi,” katanya lagi.

Berita Terkait