Buntut Kasus Titan Bagus, Arema FC Pagari Pemain Muda dengan Kontrak Panjang

Kasus lepasnya Titan Bagus Agung Fawwazi membuat Arema FC introspeksi diri dengan memagari para pemain mudanya melalui kontrak berjangka panjang sejak kompetisi musim 2021.

Sebetulnya, kebijakan serupa sudah dilakukan tim Singo Edan terhadap sejumlah pemain yang dinilai potensial. Namun, belum ada poin khusus untuk memagari si pemain dalam menerima tawaran klub lain pada setiap musimnya.

Patut dicatat, kontrak jangka panjang yang diterapkan Arema FC memang berjangka dua hingga tiga tahun. Tetapi, klub dan pemain melakukan tanda tangan ulang sesuai hasil evaluasi pada setiap awal musim kompetisi.

“Nantinya, pemain baru bisa meninggalkan klub saat usia 23 atau 24 tahun. Kecuali jika klub memang memberi lampu hijau untuk keluar sebelum limit usia itu,” bilang General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Mundurnya Titan Bagus Agung Fawwazi memang menyisakan secuil penyesalan. Mengingat si pemain adalah produk akademi klub, dan baru saja diorbitkan ke tim senior hingga menembus skuat Timnas U-19.

Seiring hal itu, Arema FC turut menyisipkan tantangan khusus bagi para anak muda yang direkrut. Yaitu dengan menaikkan nominal kontrak jika kinerjanya dinilai memenuhi ekspektasi.

“Seperti Dedik Setiawan atau Jayus Hariono seperti itu. Setiap musim ada negosiasi ulang,” ungkap Ruddy.

“Dan otomatis, nilai mereka akan naik hingga dua kali lipat jika mencapai prestasi. Apalagi menembus skuat tim nasional,” sambung dia.

Sejauh ini, sudah ada 4 pemain muda yang menetapkan komitmennya berjangka panjang mulai musim ini. Mereka adalah Sandy Ferizal, Wiga Brillian Syahputra, Ricga Tri Febyan dan Seiya Da Costa Lay.