Rekam Jejak Bruno Smith, Label Petualang Sejati Patah karena Pandemi hingga Bertahan di Arema FC

Gelandang asal Brasil, , musim ini masih bertahan dengan . Kini dia tengah melakukan perjalanan dari negaranya menuju .

Setelah menjalani karantina selama 7 hari di Jakarta, dia bakal segera menandatangani perpanjangan kontrak dan ikut latihan bersama Singo Edan. Keputusannya bertahan di FC ternyata membuat catatan baru di kariernya.

Dari riwayat klubnya, Bruno tak pernah melakukan perpanjangan kontrak. Dari data transfermarkt, sejak memulai kariernya di kelompok usia, sudah ada 17 klub yang dibela, termasuk Arema FC.

Dia memulai kariernya dengan klub Brasil, America Fotebol Clube pada usia 17 tahun. Setelah itu dia direkrut tim Belanda, FC Twente. Namun, di sana dia turun dengan tim U-21.

Hanya satu musim di Negeri Kincir Angin, Bruno pulang kampung. FC Twente meminjamkannya ke Fluminense U-20. Ketika masa peminjamannya berakhir, Bruno tak ke Belanda lantaran kontraknya dengan FC Twente juga selesai.

Dia melanjutkan kariernya di sejumlah klub kelompok usia kasta kedua dan ketiga di Brasil. Seperti Inter B, Desp. Brasil, Palmeiras U-20, Ipatinga FC, Penapolensi, Paysandu. Beberapa dari klub itu hanya dibelanya selama setengah musim.

Pada 2016, dia mendapat tawaran ke Jakarta. Waktu itu, klub ibu kota tersebut ingin Bruno bergabung lewat proses seleksi lebih dulu. Akhirnya, Bruno memilih gabung klub Lebanon, Al Ansar, yang memberikan tawaran lebih menarik.

“Ada tawaran dari Indonesia setelah itu (2016). Sebuah pertimbangan, saya bermain di negara Asia lainnya (Al Ansar, Lebanon),” jelasnya.

Tapi, di Lebanon kariernya juga hanya bertahan satu tahun. Pada 2017 dia pulang ke kampung halaman dan membela klub kasta bawah, seperti Nova Iguacu, Barretos-SP, Villa Nova AC, dan Imperatriz-MA.

Berlabuh di Arema dan Label Petualang yang Hilang

Setelah itu, 1 Oktober 2020 dia menerima pinangan Arema FC. Sebuah rencana yang tertunda akhirnya terealisasi.

Sayang, dia tidak bisa bermain sepanjang 2020. Kompetisi di Indonesia berhenti dan tidak berlanjut lagi. Pandemi virus corona alasannya. Pandemi ini pula yang membuat label petualang sejati terpatahkan. Untuk kali pertama sepanjang kariernya dia memilih menandatangani perpanjangan kontrak.

Bruno mengaku setia bertahan di Arema FC karena dia ingin merasakan kompetisi di Indonesia. “Saya ingin merasakan atmosfer pertandingan di Indonesia. Saya tidak sabar. Sejak pulang ke Brasil (akhir 2020) saya sampaikan akan kembali ke Indonesia,” kata Bruno.

Tim FC terpikat dengan kemampuan Bruno. Meski musim 2020 dia hanya mengikuti latihan dan internal game, pemain 28 tahun ini dianggap bisa mengemban tugas sebagai playmaker utama Singo Edan.

“Dia memenuhi kriteria playmaker yang dibutuhkan tim pelatih. Pemainnya sendiri juga ingin tetap di Arema,” tegas General Manager Arema FC, . (bola.com)

Berita Terkait