Raja Hotel Malaysia Mau Beli Klub Liga 2

Pengusaha perhotelan di , , tak berhenti berinvestasi di klub sepakbola. Setelah menyelamatkan Kelantan FC dari kebangkrutan, Norizam kini dikabarkan bakal membeli salah satu klub .

Norizam belakangan ini aktif mencari beberapa hotel di Bali untuk dimasukkan ke dalam jaringannya, Hotel Zamburger. Di Malaysia saja sedikitnya ada 40 hotel di bawah naungan Norizam.

Sumber dekat Norizam yang tak disebutkan namanya menyatakan, pria yang juga dianggap sebagai pakar investasi ini sekarang sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa klub Liga 2. Tapi tidak disebut secara detail klub-klub yang sedang diajak bicara.

Pembicaraan dengan beberapa klub Liga 2 tersebut sudah berlangsung selama dua bulan. Menurut sumber, Norizam telah mencapai tahap untuk mengambil keputusan mengenai klub yang nantinya akan dibeli.

“Norizam telah berdiskusi dengan beberapa pemilik klub , dan sejauh ini semuanya [merespons] positif ketika dia menunjukkan minat untuk mengambil alih tim dari negara tetangga,” ungkap sang sumber diwartakan laman Metro.

“Sejauh ini biaya yang dikeluarkan untuk membeli klub tersebut belum disebutkan, tapi diketahui mencapai jutaan ringgit (miliaran rupiah). Ini mungkin salah satu strategi Norizam ke depan, terutama berbagi keahlian dan kapabilitas klub dengan TRW Kelantan FC.”

Laman Metro juga menyatakan mereka telah menghubungi Norizam untuk mengonfirmasi terkait rencananya tersebut. Pria yang mendapat julukan Zamsaham ini membenarkan kabar itu, namun enggan membahasnya lebih dalam.

Norizam dianggap sebagai ‘pahlawan’ ketika ia menyelamatkan Kelantan dari kebangkrutan setelah menginvestasikan dana sebesar 6,8 juta ringgit, atau sekitar Rp23 miliar, untuk sepenuhnya memiliki saham Team Red Warriors (TRW) Sdn Bhd pada September tahun lalu.

TRW Sdn Bhd ini merupakan badan pengelola Kelantan yang berlaga di Liga Primer Malaysia (MPL), atau setara Liga 2. Norizam bahkan merogoh kocek pribadinya hingga 3,8 juta ringgit, atau sekitar Rp13,4 miliar untuk melunasi utang dan tunggakan gaji pemain.

Kebijakan ini diambil Norizam, karena telah memberikan ancaman sanksi kepada Kelantan jika tidak melunasi tunggakan gaji pemain. Jumlah itu sudah termasuk tunggakan pajak kepada dewan pendapatan dalam negeri (LHDN) Malaysia, dan lembaga tabungan pekerja (KWSP).

Di saat bersamaan, Norizam juga melunasi tunggakan gaji skuad Kelantan di pada musim 2019 dan 2020 yang mencapai nilau 195.476 ringgit, atau sekitar Rp690,9 juta.

Berita Terkait