Guilherme Batata Kecewa Tak Dipertahankan PSS Sleman

Gelandang serang asal Brasil, Guilherme Felipe de Castro, menyampaikan salam perpisahan sekaligus ungkapan kekecewaan setelah tidak dipertahankan manajemen PSS Sleman untuk kompetisi musim 2021.

Pemain yang akrab disapa Batata ini menjadi legiun asing ketiga yang dipastikan tidak bersama PSS di musim 2021. Sebelumnya, PSS tidak memperpanjang kontrak Zah Rahan Krangar. Sedangkan ujung tombak Yevhen Bokhashvili memilih mengundurkan diri.

Batata direkrut PSS pada musim 2019 yang kala itu berstatuskan tim promosi. Selama memperkuat Super Elang Jawa, Batata tampil di 30 pertandingan dengan total menit bermain mencapai 2.631.

Pemain berusia 28 tahun itu merasa kecewa dengan keputusan manajemen yang tidak mempertahankan dirinya. Menurut Batata, manajemen lebih mengedepankan bisnis dibandingkan gairah sepakbola. Bukan itu saja. Batata juga menyampaikan ucapan terima kasih spesial kepada mantan pelatih PSS, Seto Nurdiayantoro.

“Saatnya mengucapkan salam perpisahan. Hari ini saya telah menerima pernyataan saya tidak masuk ke dalam bagian tim,” tulis Batata melalui akun Instagram pribadinya.

“Sangat disayangkan sepakbola sudah menjadi sebuah bisnis. Tapi gairah kami akan tetap bertahan selamanya.”

“Saya secara khusus mengucapkan terima kasih kepada pelatih yang sangat luar biasa, Seto Nurdiayantoro, atas kepercayaan serta membuka pintu bagi saya untuk memperlihatkan kinerha saya di Indonesia.”

Batata mengakui tidak bisa melupakan aksi suporter PSS dalam memberikan dukungan kepada dirinya selama memakai jersey hijau. Pemain yang pernah merumput di India ini mengucapkan terima kasih kepada suporter.

“Saya ucapkan terima kasih kepada PSS yang telah memberikan kesempatan untuk melihat kota dan negara yang luar biasa ini. Terima kasih kepada rekan-rekan satu tim, dan seluruh ofisial yang sudah membantu saya menunjukkan performa seperti yang saya perlihatkan,” imbuh Batata.

“Tentu saja ucapan terima kasih kepada Slemania, BCS (Brigata Curva Sud) yang sudah membuat saya merasa seperti di rumah. Saya tentunya akan mengingat semua itu. [Saya] Hanya seorang pejuang yang bertarung di dalam dan luar lapangan untuk membuat kalian semua merasa bangga kepada kami.”