PT Liga Indonesia Baru Tetapkan ‘Match Fee’ Piala Menpora 2021

Operator kompetisi sepakbola profesional PT Liga Indonesia Baru (LIB) telah menetapkan match fee tiap pertandingan turnamen pramusim Piala Menpora 2021. Angka match fee ini mengalami kenaikan dari rencana semula.

Direktur operasional PT LIB Sudjarno mengungkapkan, sejumlah klub belakang ini sering bertanya kepada pihaknya mengenai beberapa detail terkait penyelenggaraan turnamen, termasuk di antaranya hadiah yang bakal diterima.

Sudjarno mengatakan, pihaknya belum bisa memberikan jawaban mengenai besaran hadiah bagi juara maupun runner-up turnamen yang mulai digelar 21 Maret tersebut. Begitu juga dengan akomodasi dan pengundian grup.

“Kami telah memberikan penjelasan, dan jawaban soal tersebut. Untuk drawing, nanti akan dilakukan secara terbuka. Rencananya minggu depan,” kata purnawirawan inspektur jenderal polisi itu dikutip laman kantor berita Antara.

Selain masalah itu, klub juga menanyakan hadiah yang disediakan penyelenggara. Menurut Sudjarno, PT LIB belum bisa menentukan hadiah, namun pihaknya telah memastikan match fee yang diterima di tiap pertandingan.

“Awalnya Rp200 juta, tetapi kami naikkan menjadi Rp250 juta. Selain match fee, hadiah-hadiah termasuk untuk pemain terbaik, tim ter-fair play, dan lain-lain sudah kami sampaikan dalam surat kepada klub,” jelas Sudjarno.

Sudjarno juga memastikan seluruh klub Liga 1 dipastikan ambil bagian di turnamen ini. Sebelumnya diwartakan, sejumlah klub terkendala finansial, sehingga belum menggelar latihan, seperti PSM Makassar dan Persipura.

PSM yang awalnya ingin menggelar latihan perdana kemarin, terpaksa diundur. Sementara Persipura sampai sekarang belum memiliki rencana untuk memulai latihan perdana.

“[Seluruh klub] Sudah setuju, dan memberikan konfirmasi soal keikutsertaan mereka,” tegas Sudjarno.

PT LIB beberapa waktu telah memberikan kelonggaran kepada klub mengenai status pemain di turnamen ini. PT LIB mempersilakan klub untuk mendaftarkan pemain, baik lokal maupun asing, meski belum terikat kontrak.

“Tidak perlu ada kontrak, termasuk pemain lokal. Karena ini kan untuk pramusim mencari pemain untuk kompetisi. Yang penting hak dan kewajibannya jelas,” sambung mantan Wakapolda Metro Jaya tersebut.

“Terserah klub [soal hak dan kewajiban], tergantung perjanjiannya. Tetapi tidak boleh double claim, nanti [pemain] sudah dengan tim yang kalah, dia diambil oleh tim yang masuk final. Pelatih juga terserah dari klub. Jadi ada keleluasaan untuk pelatih itu, seperti pemain.”