Kilas Balik Piala Menpora 2013: Arema Juara dengan Sikat Klub Australia di Final

Cronus pernah menjadi juara dalam Piala Menpora 2013 yang diikuti oleh tiga tim luar negeri, salah satunya asal Australia.

Piala Menpora 2013 diselenggarakan di dua tempat untuk fase awal atau babak penyisihan.

Host fase awal adalah Stadion Kanjuruhan di Kabupatan Malang dan Stadion Si di Kabupaten Bandung.

Total ada delapan peserta dan dibagi dalam dua grup pada turnamen pramusim Piala Menpora 2013.

Klub asal Australia, Central Coast Mariners menghuni Grup A bersama Bandung, Sriwijaya FC, serta Malaysia U-23.

Sementara itu, Arema berada di Grup B, yang tergabung dengan Loyola Meralco Sparks (Filipina), United (kini Madura Utama) Pamekasan, dan Mitra Kukar.

Sama-sama menjadi jawara grup, Arema dan Central Coast Mariners berjumpa di partai final.

Pada Piala Menpora 2013, Arema memiliki skuad yang mumpuni, dengan kompisisi lini serang menyeramkan.

Alberto Goncalves, Keith , Greg Nwokolo, serta adalah pengisi barisan depan Arema waktu itu.

Pada partai final yang digelar di Stadion Kanjuruhan, klub berjulukab Singo Edan itu berhasil mengalahkan Central Coast Mariners dengan skor 2-1.

Keith Kayamba Gumbs menjadi bintang dalam pertandingan final. Dua gol Arema diboyong oleh pemain asal St Kitt Nevis melalui sepakan penalti.

Sementara itu, gol tunggal Central Coast Mariners dicetak Marcos Flores. Pemain ini lalu menjadi pilar Persib dan Bali United pada 2016 serta 2017.

Menariknya, tim kebanggaan Aremania itu menjuarai Piala Menpora 2013 dengan ditukangi asisten pelatih, .

Joko Susilo menggantikan peran pelatih kepala Arema, Rahmad Darmawan yang didaulat untuk menangani timnas U-23 untuk 2013.

Tanpa terbebani, Joko Susilo sukses menggantikan peran Rahmad Darmawan dengan sangat apik.

“Waktu itu, tim kami juga cukup bagus sekali, pemain kami komplet. Ada Kayamba (Gumbs), Beto, Greg, jadi tim kami sangat kuat waktu itu,” kata Joko saat diwawancarai Skor.id, Jumat (25/2/2021).

“Lawan-lawan juga cukup kuat. Jadi saya pikir waktu itu tim kami solid, kami kuat, itu kuncinya,” ucap Joko menambahkan.

Direktur Teknik (Dirtek) Persik Kediri itu mengungkapkan, awalnya mereka tidak memasang target juara di Piala Menpora 2013.

“Kami memang targetnya belum terpikirkan untuk juara. Karena waktu itu, kami memang melihat lawan Arema adalah tim-tim bagus,” tutur Joko.

“Tetapi setelah melewati pertandingan-pertandingan, tim menunjukkan performa yang bagus sekali,” ujarnya menambahkan.

Lebih dari itu, lelaki yang akrab disapa Gethuk itu juga membeberkan kunci sukses mengalahkan salah satu klub besar Australia pada partai final.

Ia mengaku telah memantau permainan Central Coast Mariners sejak mereka tampil pada fase penyisihan grup.

“Tentu, kami tahu kekuatan mereka, kami melihat pertandingan mereka. Jadi kami mencoba dengan kotra strategi dia,” ucap Joko.

“Pasti tim luar negeri menilainya lawan tim Indonesia, pasti mereka yakin menang.”

“Untuk itu, kami sabar menjebak mereka masuk area pertahanan, lalu dilakukan serangan balik,” ujar pelatih kelahiran Cepu, Jawa Tengah itu menjelaskan.

Untuk diketahui, dengan komposisi pemain yang hampir sama pada Piala Menpora 2013, Arema juga berhasil menempati posisi runner-up (ISL) 2013. (skor.id)

Berita Terkait