Paul Munster-Simon McMenemy: Duet Sahabat di Bhayangkara Solo FC

Simon McMenemy kembali ke , tapi sebagai Direktur Teknik klub. Ia akan membantu tugas Pelatih tim, Paul Munster, yang merupakan sahabatnya.

Kabar ini sudah dikonfirmasi oleh petinggi klub. Sebelumnya, McMenemy mengunggah foto tiket pesawat dengan tujuan Solo, pada, Rabu (24/2/2021).

“Simon McMenemy kembali ke Bhayangkara sebagai direktur teknik. Kami mau mengembangkan akademi di Solo,” kata COO Bhayangkara kepada wartawan.

Dengan begitu, McMenemy yang kini menjadi dirtek, bakal membantu kerja Paul Munster. Adapun beberapa tugas dirtek di tim sepakbola meliputi; menetapkan kebijakan teknis, menanamkan visi-misi dan filosofi klub, hingga berurusan dengan transfer pemain.

Bisa juga McMenemy ikut membantu Paul Munster menganalisis kelemahan tim sendiri dan tim lawan. Singkatnya, dirtek bisa menjadi rekan diskusi seorang seorang pelatih.

Bhayangkara akan sangat diuntungkan dengan duet pelatih-dirtek ini. Terlebih, McMenemy dan Paul Munster punya hubungan spesial. Keduanya sama-sama berasal dari Inggris Raya, McMenemy dari Skotlandia sementara Paul Munster berasal dari Irlandia Utara. Apalagi mereka masih berusia relatif muda yakni 43 tahun dan 39 tahun.

Kedekatan keduanya mulai diketahui saat menggelar laga persahabatan kontra Vanuatu pada 15 Juni 2019. Saat itu, McMenemy adalah pelatih Timnas , Paul Munster pelatih Vanuatu.

Mereka nampak akrab berbincang seusai sesi konferensi pers sehari sebelum laga Timnas Indonesia kontra Vanuatu. Usut punya usut, ternyata mereka berdua sudah saling kenal.

“Saya bicara dengannya soal pengalaman dia (Simon) di sini, karena sudah lama juga dia di Indonesia. Sedangkan ini pertama kalinya buat saya di Indonesia,” kata Paul Munster saat ditemui pada 2019 lalu soal kedekatannya dengan McMenemy.

“Kami bicara tentang stadion, fan, dan hal-hal seperti itu. Saya senang bagaimana orang-orang mendukung (di kancah sepakbola Indonesia),” ujarnya.

McMenemy saat itu juga mengakui kedekatannya dengan Paul Munster. Meski sebelumnya belum pernah bertemu, mereka sering saling berbagi pesan.

“Sebelumnya, kami sudah saling mengirim pesan dan mendukung sebagai sesama pelatih muda, ini pertama kali kami bertemu. Saya cerita ke dia tentang Indonesia dan sulitnya di sini karena Indonesia sedikit unik, itu yang kami bicarakan,” ucap dia.

Sementara itu, McMenemy bukan sosok asing bagi Bhayangkara karena pernah menjadi pelatih tim ini pada 2017-2018. Pria asal Skotlandia bahkan mengantar Bhayangkara juara Liga 1 2017.

Keberhasilan McMenemy mengantar Bhayangkara juara Liga 1 terbilang istimewa mengingat skuadnya terbilang sederhana. Kegemilangannya itu pula yang membuat Simon akhirnya ditunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia pada akhir Desember 2018 meski akhirnya dipecat usai dkk. babak belur di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Uniknya, kursi pelatih Bhayangkara yang ditinggal McMenemy karena memilih Timnas Indonesia, dipercayakan ke Paul Munster mulai 1 September 2019. Paul Munster masih menduduki jabatan itu hingga saat ini. Kini, Bhayangkara memanggil pulang Simon McMenemy. Bukan untuk kembali menjadi pelatih kepala, tapi membantu tugas Paul Munster. (detiksport)

Berita Terkait