Hebatnya Kiper Garuda Select III Menurut Pelatih dan Impian Berkarier di Eropa

Pelatih kiper Garuda Select III, Phil Smith, menilai bahwa Adre Arido Giovani merupakan sosok penjaga gawang bertalenta.

Dengan latihan keras dan penuh dedikasi, Adre Arido diyakini bisa berkembang menjadi kiper berkualitas di masa yang akan datang, atau lepas dari Garuda Select.

“Saya sangat senang melihat perkembangan dalam diri Adre. Ia bertambah kuat. Ia memiliki tangan yang kuat dan bisa membaca arah tendangan,” kata Phil Smith.

“Memang masih ada hal yang perlu diperbaiki, misalnya dalam pengambilan posisi dan komunikasi ketika mengantisipasi umpan silang,” ia menambahkan.

Lebih lanjut diterangkan sang pelatih, Adre Arido harus berani lebih tegas dan mengatur teman-temannya di lini belakang, terutama soal bola mati.

“Tetapi secara umum saya sangat senang melihat perkembangannya. Ini adalah hal yang wajar untuk dialami para pemain muda,” Smith menambahkan.

Smith optimistis, seiring bertambahnya pengalaman, Adre akan mampu memimpin rekan-rekannya dari bawah mistar gawang.

“Semoga saja, setelah musim ini berakhir, saya bisa melihat Adre sebagai sosok yang lebih dewasa dan mampu memimpin rekan-rekannya dari bawah mistar,” ujar Smith.

Adapun pemain binaan SSB Bina Taruna itu mengakui telah merasakan manfaat dari program Garuda Select yang telah dijalaninya selama sekitar dua bulan.

Selain kemampuannya meningkat, ia mendapat pengalaman-pengalaman baru yang belum pernah dirasakan sebelumnya.

Program Garuda Select III akhirnya resmi dimulai. Hal ini bersamaan dengan agenda pelepasan di Jakarta, Rabu (2/12/2020) malam.

Program Garuda Select III akhirnya resmi dimulai. Hal ini bersamaan dengan agenda pelepasan di Jakarta, Rabu (2/12/2020) malam. DOK Mola TV

“Saya tak punya pelatih khusus kiper di Indonesia. Di sini, walau terkendala bahasa, coach Phil (Smith) selalu memberikan masukan untuk bermain dengan cepat,” ucap Adre.

“Mengambil keputusan, mengatur tempo, hingga latihan dasar sebagai kiper yang membuat kemampuan saya meningkat,” ia memaparkan.

“Di Inggris, permainannya sangat cepat dan mengutamakan fisik. Para pemain tak takut untuk beradu badan. Satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal,” Adre menambahkan.

Pemain kelahiran Yogyakarta 13 Agustus 2004 itu pun bertekad untuk terus mengembangkan kemampuannya.

Semua dilakukan demi mewujudkan cita-cita membela timnas Indonesia dan merumput bersama klub Eropa.

Itu seperti yang telah dilakukan oleh dua alumni Garuda Select, Bagus Kahfi dan Brylian Aldama.

“Bagi saya sebagai seorang kiper, fisik menjadi hal yang sangat penting. Teknik dan reflek juga tentu perlu dikembangkan,” ucap Adre.

“Mudah-mudahan, saya bisa dipanggil untuk mengikuti TC (training center) timnas dan bermain Piala Dunia U20 2023. Saya juga ingin bisa berkarier di Eropa,” ia memungkasi. (skor.id)