PSSI: PT LIB Susun Panduan buat Suporter di Piala Menpora 2021

Divisi Pembinaan Suporter PSSI memastikan akan ada manual dan regulasi untuk suporter pada penyelenggaraan Piala Menpora 2021. Yang akan menyusun adalah PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Sebagaimana diketahui, tingkah laku suporter akan sangat menentukan nasib penyelenggaraan Piala Menpora. Jika ada pelanggaran, Polri bisa saja mencabut izin rekomendasi.

Sebelumnya, The Jakmania melalui Ketua Umum Diky Budi Ramadhan, menagih PSSI atau PT Liga Indonesia Baru (LIB), untuk melakukan sosialisasi ke suporter. Kelompok pendukung Persija Jakarta itu mau dijelaskan apa-apa saja yang tak boleh dilakukan suporter selama penyelenggaraan Piala Menpora.

Ketua Divisi Pembinaan Suporter PSSI, Budiman Dalimunthe, menjawab keresahan Jakmania. Ia memastikan akan ada sosialisasi. Tak hanya itu, panduan berbentuk manual dan regulasi juga akan diterbitkan.

“Sosialisasi nanti akan dilakukan, sekarang masih dirumuskan untuk dibuat manualnya oleh liga (PT LIB). Itu semua nanti diatur di regulasi,” kata Budiman Dalimunthe kepada detikSport.

“Bukan kami yang membuat, tapi komite kompetisi. Itu manual sama regulasi nanti mencakup semuanya, termasuk aturan pertandingan, pergantian pemain. Bukan divisi suporter yang membuat itu,” ujarnya.

“Kalau masuk pembahasan suporter dalam pembuatan manual itu, baru saya (divisi suporter) diundang. Baru saya bicara di situ kalau tentang suporter,” katanya lagi.

Masih soal keresahan Jakmania, definisi nonton bareng alias nobar juga perlu dijelaskan. Misalnya, soal pertanyaan apakah menonton pertandingan bersama di rumah, juga masuk kategori pelanggaran.

Budiman Dalimunthe menjawab, ia menyarankan suporter untuk mengikuti saja peraturan yang berlaku. Ada UU Karantina Kesehatan ( UU No. 6 Tahun 2018) yang berlaku secara Nasional.

Ada juga aturan Protokol Kesehatan, Peraturan Gubernur, hingga Peraturan Daerah. Selanjutnya, juga bakal ada Regulasi dan Manual lebih detail tentang Pramusim yang akan diterbitkan PT LIB.

“Nanti ada sosialisasi ke klub, karena kan suporter itu kan buat klub, ada kewajiban klub juga. Nanti dirumuskan, macam-macam cara sosialisasinya, ada dari PSSI, dari klub, pimpinan klub ke anggotanya,” tutur Budiman Dalimunthe.

“Aturan nobar sebenarnya simple saja, kalau di rumah nggak lah dihitung sebagai nobar. Kamu satu mobil atau naik motor, yang merupakan kegiatan sehari-hari, kan itu juga sudah ada aturannya di UU kesehatan,” ucap pria yang juga Ketua Yayasan Persija Muda itu. (detiksport)