Di Malaysia, Saddil Ramdani Bakal Berpartner dengan Pembuat Indonesia Gigit Jari

Saddil Ramdani akan satu tim dengan pembuat Indonesia U-23 gagal ke final SEA Games 2017 saat kembali ke Liga Malaysia.

Meski masih di Indonesia, Saddil Ramdani sebentar lagi meninggalkan Tanah Air untuk kembali berkarier di Negeri Jiran.

Musim 2019, Saddil Ramdani adalah pemain asing Pahang FA (kini Sri Pahang FC) dan menempati posisi dua LigaSuper Malaysia.

Pada 2020, Saddil Ramdani yang dirumorkan ke Sabah FA (kini Sabah FC), nyatanya sepakat gabung Bhayangkara FC.

Setelah Liga Indonesia musim lalu level Liga 1 dan Liga 2 mandek lalu dihentikan, Saddil Ramdani awal 2021 dikabarkan kembali ke Malaysia.

Sabah FC yang sebelumnya belum berjodoh dengannya, akhirnya bisa mengikat eks-pemain Persela Lamongan itu.

Kurniawan Dwi Yulianto yang bertahan sebagai arsitek Sabah FC jadi salah satu faktor penting Saddil Ramdani gabung klub promosi Liga Super Malaysia 2020 ini.

Pada Kamis (18/2/2021), Saddil Ramdani resmi diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Sabah FC melalui unggahan via akun media sosial mereka.

Momen yang sama, dengan jam sedikit berjarak, Sabah FC juga memperkenalkan dua pemain anyar mereka.

Dua nama itu pesepak bola lokal Malaysia atas nama Thanabalan Nadarajah dan Amri Yahyah.

Untuk Amri Yahyah, dia adalah pesepak bola senior berusia 40 tahun yang pada 2005 berjaya bersama Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.

Kala itu, Selangor FA (kini Selangor FC) meraih treble winners lokal dengan memenangi Liga Premier Malaysia, Piala FA Malaysia, dan Piala Malaysia.

Sementara itu, Thanabalan adalah penyerang lokal potensial yang namanya tiga musim terakhir naik turun.

Namun pada 2017, Thanabalan membuat Saddil Ramdani dan anggota Indonesia U-23 asuhan Luis Milla gigit jari.

Gol tunggal Thanabalan jelang laga selesai membuat Indonesia U-23 gagal ke final SEA Games 2017 dan skuad muda Garuad waktu itu diperkuat salah satunya Saddil Ramdani. (skor.id)