Pembangunan Stadion Mandala Krida Markas PSIM Tersandung Dugaan Korupsi

Pembangunan di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersandung dugaan korupsi. Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi () sudah melakukan penggeledahan di dua lokasi.

KPK tengah menyidik kasus dugaan korupsi terkait pekerjaan pembangunan stadion markas Yogyakarta yang menggunakan APBD tahun anggaran 2016-2017. Penggeladahan dilakukan di Kantor Badan Pemuda dan Olahraga DIY dan Kantor Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Rabu (18/2).

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebutkan ada sejumlah dokumen yang sudah diamankan untuk dianalisis kemudian bisa dilakukan penyitaan.

“Dari penggeledahan di dua tempat berbeda ini, ditemukan berbagai barang bukti di antaranya dokumen-dokumen yang terkait dengan perkara.””

“Dokumen tersebut akan dilakukan validasi dan verifikasi untuk selanjutnya segera dilakukan penyitaan sebagai barang bukti dalam perkara ini,” kata Ali dikutip dari Kompas.com.

Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya menjelaskan penggeledahan berlangsung selama lima jam di dua bidang yaitu bidang perencanaan dan bidang pemuda khusus. KPK kemudian meninggalkan kantor Disdikpora DIY membawa 32 dokumen.

Berdiri sejak 1978, bangunan Krida mengalami renovasi besar hingga akhirnya rampung pada 2018. Peresmian beroperasinya dilakukan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Kamis 10 Januari 2019.

Stadion , digunakan oleh klub , sempat direncanakan menjadi salah satu venue utama U-20 yang awalnya diharapkan berlangsung pada 2021, sebelum ditunda oleh karena pandemi COVID-19.

Stadion ini direnovasi pada Maret 2020 dengan perkiraan biaya sebesar Rp 60 miliar. Oleh karena itu selama proses renovasi lapangan Stadion Mandala Krida tidak digunakan. Laskar Mataram pun mengungsi ke Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul.

Namun, statusnya sebagai venue Piala Dunia U-20 akhirnya dicoret oleh karena faktor aktivitas gunung Merapi.

Berita Terkait