PT LIB Minta Klub Liga 1 dan Liga 2 Serahkan Data Penerima Vaksin

PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengirim surat ke klub-klub Shopee Liga 1 dan Liga 2 untuk menyerahkan nama-nama penerima vaksin COVID-19.

Data yang diminta PT LIB kepada klub adalah pemain, pelatih, asisten pelatih, manajer, dan lain-lain. Surat dari PT LIB ke klub ini adalah bentuk tindak lanjut dari niatan Kemenpora yang sebelumnya menyatakan siap untuk memberikan jatah vaksin ke klub sepakbola.

Kemenpora diketahui telah mengirim surat ke PSSI agar menyerahkan data anggota klub sepakbola untuk mendapat jatah vaksin. Surat dari Kemenpora itu kemudian diteruskan ke PT LIB yang juga telah menyampaikan informasi ini ke klub.

PT LIB memberikan deadline kepada klub untuk menyerahkan data penerima sampai 20 Februari. Masalahnya, banyak klub yang sudah membubarkan diri dan beberapa pemain kontraknya sudah habis pada akhir tahun lalu.

“Di surat Kemenpora itu mereka minta data sampai tanggal 22 (Februari). Tapi kami tahu klub kesulitan mencari pemain, timnya sudah bubar. Jadi kami minta, paling tidak data ofisial dulu deh,” kata Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita saat ditemui detikSport di kantornya.

“Atau nanti kami minta ke klub mengalokasikan jatah buat pemain berapa. Karena kan sayang, ‘pemain ini’ disuntik, eh pas kompetisi pemainnya beda,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Sesmenpora Gatot S Dewa Broto memberikan alasannya soal surat mereka ke PSSI. Sebagaimana diketahui, belum ada izin dari Polri soal penyelenggaraan kompetisi sepakbola.

“Sambil menunggu izin kepolisian, itu kami mengambil inisiatif. Agar PSSI bisa minta lebih cepat untuk kirim data pemain, ofisial, tenaga pendukung yang akan berlaga di Shopee Liga 1 dan Liga 2,” tutur Gatot kepada detikSport.

“In case siapa tahu, jaga-jaga saja, karena saat rapat koordinasi itu sempat ada ide menarik dari kepolisian dan satgas bahwa eloknya yang akan bermain sudah pada divaksin. Tetapi tentu saja kami tidak memastikan, izin bukan dari kami,” ucapnya. (detiksport)