Ogah Ketikung, Arema FC Perkuat Komitmen dengan Pemain

Hengkangnya kapten tim , , memberikan banyak pelajaran bagi FC. Pada Rabu (17/02/2021), sehari usai sang geladnang pamit, manajemen langsung mengadakan koordinasi dengan para pemain untuk mempertegas kembali komitmen kedua pihak.

General Manajer Arema FC, melihat ada beberapa tim yang bergerak agresif di jeda kompetisi ini.

Ia menganggap fenomena itu di luar kewajaran dan membuat resah karena sejauh ini mayoritas klub satu suara untuk menunggu izin kepastian kompetisi.

“Jadi bukan karena Hendro, tapi saya melihat ada 1-2 tim yang agresif dalam artian resah atau bagaimana,” kata Ruddy Widodo.

“Sebenarnya, klub-klub seperti Arema, , , ini sama, tidak mau grasak-grusuk. Kami ini kan menunggu yang pasti. Yang pasti itu apa? Ya izin itu tadi,” imbuhnya.

Demi mencegah kejadian serupa, Ruddy Widodo berinisiatif mengumpulkan pemainnya di Kandang Singa, sebutan kantor Arema FC.

Manajemen mempertegas komitmen terhadap semua pemain yang dipertahankan.

Bahkan, manajemen dengan senang hati memberikan bila ada yang butuh jaminan hitam di atas putih guna menambah kepercayaan dan menghilangkan keresahan-keresahan yang ada.

Sehingga, komitmen yang terjalin bisa saling menjaga satu sama lain.

“Namun, karena beberapa teman-teman pemain resah, mulai hari ini kami panggil. Mungkin yang ada di Malang dan sekitarnya dulu. Ada semacam hitam di atas putih bahwasanya mereka masih menjadi bagian dari Arema,” tuturnya.

“Eksekusi kontrak resminya ya pasti menunggu izin,” imbuhnya.

Ruddy Widodo mengungkapkan langkah pemagaran ini mengadopsi dari klub lain yang lebih dulu menerapkannya. (kompas)

Berita Terkait